Kuningan Terkini - Meski memiliki wisata sejarah namun para pelajar Kuningan yang berkunjung ke objek wisata seperti Gedung Naskah Linggarjati dan Taman Cipari sangat minim. Pihak sekolah lebih mengarahkan pelajar untuk berkunjung ke candi, kebun binatang ataupun pun ke TMII. Padahal wisata sejarah yang ada di Kuningan, tidak kalah dengan tempat-tempat yang disebutkan diatas. Bahkan, dalam buku sejarah dua tempat itu selalu dibahas dan harus diketahui oleh para pelajar.
“Yang datang ke Taman Purbakala Cipari mayoritas pelajar dari luar kota. Kalau dari Kuningan nyaris tidak ada. Saya juga heran kenapa bisa seperti ini,” kata Wawan Irawan, salah seorang petugas di Meseum Cipari kepada KaTer, Jumat (19/9/2014).
Wawan menyebutkan, tiket masuk ke taman purbakala padahal hanya Rp 1.000/orang atau paling murah dari semua objek wisata yang ada di Kuningan. Bahkan, sebelumnya ada aturan baru pengunjung membayar seikhlasnya. Seharusnya pihak sekolah harus mewajibkan siswa untuk berkunjung ke taman perbukala, agar mereka mengetahui bagaimana sejarah manusia jaman pra sejarah.
Sementara petugas Gedung Naskah Linggajati, Maman juga mengatakan hal yang sama mengenai banyaknya pelajar yang berkunjung yang didominasi dari luar daerah. Ia juga heran padaha jumlah sekolah di Kuningan mencapai 1.000 dari jenjang terendah hingga SMA.
“Kalau ada rombongan pelajar yang datang kami suruh untuk mengisi buku tamu. Dari data diketahui yang datang dari luar daerah. Kalau diperbandingkan jumlahnya sangat jauhu dari luar kota 100 pelajar dari Kuningan paling banyak 10 itu dibawa orang tuanya,” tuturnya.
Ia berharap, situasi ini menjadi perhatian pihak terkait agar para siswa mencatai warisan sejarah Indonesia khususnya yang ada di Kuningan. Tidak perlu jauh-jauh untuk mengenal sejarah namun cukup di daerah sendiri.
Sementara, Kadisparbud Kuningan Drs Teddy Suminar MSi mengatakan, tidak menampik kondisi seperti itu. Ia mengakui selama ini belum ada perjanjian dengan pihak Disdikpora Kuningan.
“Meski tidak ada perjanjian, tapi kami pernah bikin himbauan agar anak-anak sekolah bisa mengunjungi museum-museum. Tapi, kenyaataan seperti itu mereka tidak datang,” terangnya.
Dikatakan, Sebagai upaya untuk menarik pelajar Kuningan berkunjung ke wisata sejarah, pihaknya akan melakukan pembenahan dengan cara menambah fasilitas. Untuk di gedung naskah Disparbub menyiaapkan bioskop mini di auditorium, dimana fungsinya memutar film-film dokumenter.
"Untuk taman purbakala Cipari, tahun ini mulai dibangun museum Kuningan, rumah adat sunda dan panggung budaya. Dengan adanya penambahan ini diharapakan bisa lebih menarik pengjung khususnya kalangan pelajar," ungkapnya.(AND)