• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sel15102019

Last updateSel, 15 Okt 2019 5pm

Sosial

Maharddikeka Gelar Tour De Rutilahu

Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang sedang dalam perbaikan.

Kuningan Terkini - Peringati Hari Besar Islam (PHBI) setiap tanggal 1 September, Komunitas Maharddikeka menggelar Tour De Rutilahu, Sabtu (31/08/2019). Salah satu alasan digelarnya kegiatan ini, karena masih banyak Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Kuningan yang belum tersentuh.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Nabil Nahdi, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam mengisi Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang jatuh setiap tanggal 1 September. Kegiatan ini digelar dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat Kabupaten Kuningan yang Mayoritas beragama Islam.

"Sebagaimana kita ketahui, berdasarkan sejarah, 1 September 1498 M atau 4 Muharram terjadi peristiwa penting yaitu masuknya Agama Islam ke Kuningan. Jadi, kita sebagai umat muslim Kuningan perlu memperingatinya," ungkap Nabil Nahdi.

Sementara, penanggungjawab kegiatan, H Nana Mulyana Latif ST, memperingati masuknya Islam ke Kabupaten Kuningan, tentunya harus diisi dengan kegiatan yang mencontoh Sunan Gunung Djati atau Syekh Syarif Hidayatullah. Dimana, Sunan Gunung Djati yang mengangkat Suranggajaya sebagai Adipati Kuningan pada tanggal 1 September 1498 M.

"Tour de Rutilahu ini merupakan implementasi dari pesan Sunan Gunung Djati yakni 'Titip Tajug lan Fakir Miskin," terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Komunitas Maharddikeka, dr. Elly menjelaskan, kegiatan ini merupakan program pertama Maharddikeka sejak diresmikan tanggal 27 Agustus 2019. Kedepan, komunitas Maharddikeka akan terus melakukan berbagai kegiatan sosial untuk membantu masalah masyarakat terutama masyarakat miskin.

"Inti kita buat kelompok yang punya niat sama. Berbuat baik, membantu orang yang tidak mampu berbagi rezeki sebisanya tanpa ada niat pamer dan mendapat pamrih," pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh