KUNINGAN TERKINI- Meski sudah mendapat penanganan cepat seluruh komponen peduli bencana, masyarakat korban bencana banjir dan gerakan tanah longsor di Desa/Kecamatan Cibingbin, masih merasakan trauma sangat mendalam.
“Masih trauma pak, perasaan takut saja,” ucap Ketua RT 5, Blok Wage, Desa Cibingbin, Suherman, kepada Kater, Selasa (27/02/2018)
Perasaan was-was lebih terasa lagi, jikalau hujan sudah mulai turun. Apalagi tensi hujan sangat tinggi. Selain deras, hujan setiap harinya berjalan sangat lama. Sampai seetngah hari. Kalau dari siang sampai malam. Baru berhenti lagi waktu pagi.
“Sampai sekarang masih terus hujan kayak begitu. Waktu banjir besar, juga kan kondisi hujannya sama kayak gitu,” ujar pria tua ini, dengan wajah sedih.
Bagi warganya bencana banjir tahun ini, paling parah. Ia tidak bisa membayangkan jika itu terjadi lagi pada warganya. “Kasihan warga kami pak. Jangan sampai terjadi lagi bencana kayak kemarin. Sedih kalau diceritain semua,” ucap Suherman.
Ia memohon siapapun pihak berwenang, terutama pemerintah tidak hanya peduli saat ini. Atau saat bencana sudah datang.
“Tolong antisipasi pak. Jangan sampai terjadi lagi. Kami masyarakat kecil gak bisa. Tapi pemerintah pasti bisa,” katanya./tat