Sosial

Harjad ke-25, Komunitas GBR Berbagi

Komunitas GBR berfoto bersama seusai kegiatan.

Kuningan Terkini - Dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-25 tahun, komunitas pecinta otomotif yang tergabung dalam Grab On Road (GBR) Kuningan menggelar acara santunan kepada anak yatim. Selain acara berbagi terhadap sesama, acara Anniversary tersebut sekaligus menetapkan pemilihan ketua baru yang bakal menjabat selama satu tahun kedepan.

Ketua Pelaksana Anniversary GBR, Satria Gilang didampingi salah seorang anggota Mumung saat ditemui KaTer di lokasi acara, Minggu (28/12/2014) menuturkan, tujuan dari kegiatan ini semata-mata bukan sebatas merayakan pesta, namun ingin menunjukan rasa kepedulian para anggota GBR terhadap lingkungan salah satunya dengan aksi sosial. Sebab, masyarakat saat ini menilai bahwa komunitas pecinta otomotif seperti GBR itu masih dipandang sebelah mata.

“Karena itu, kedepan kami ingin merubah penilaian buruk itu menjadi nilai positif. Caranya yakni dengan melakukan beragam kreatifitas dan kontribusi anak-anak GBR yang bisa bermanfaat untuk masyarakat bahkan pemerintah daerah. Tentunya dalam bidang otomotif,” katanya.

Dikatakan, sebelumnya pada momentum tertentu anggota GBR juga selalu ikut berpartisipasi dalam gerakan sosial, seperti penanaman pohon maupun menyelenggarakan event-event olahraga seperti BMX Kapolres Cup. Selain sebagai momentum refleksi akhir tahun, momentum ini dijadikan ajang silaturahmi antar anggota lama dan anggota baru.

“Komunitas ini tidak membeda-bedakan merek, ukuran mesin, serta jenis motor bahkan ataupun mobil. Yang terpenting adalah mereka yang cinta dan hobi dengan otomotif,” ucapnya.

Sementara, sesepuh GBR Kuningan, Dimas Raditya mengatakan, komunitas atau pecinta otomotif seperti GBR ini bukanlah geng motor yang sering membuat ulah di tengah masyarakat, melainkan justru mengajak anak muda untuk tertib berlalu lintas termasuk menghormati pengendara lain. “

Namun sangat disayangkan, persepsi masyarakat yang berkembang sekarang ini terhadap club motor atau komunitas motor selalu disamakan dengan geng motor yang selalu meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, komunitas motor atau pecinta otomotif GBR ini merupakan suatu organisasi yang jelas, dengan struktur organisasi yang jelas, mempunyai AD-ART, mempunyai visi dan misi, serta unsur penunjang organisasi lainnya.

Sebagai penutup, sebuah acara puncak berisi pemotongan kue ulang tahun hingga aksi rooling mengelilingi Kota Kuda diadakan untuk menciptakan momen yang berkesan sebagai anggota GBR Kuningan. Aksi tersebut mendapat pengawalan langsung dari pihak kepolisian agar tercipta suasana dan kondisi berlalu lintas yang aman dan lancar.(AND)


Fishing