Sosial

Komunitas Hijau Dukung BNN Berantas Narkoba

Direktur Pascarehabilitasi BNN, Yunis Farida Oktoris saat meninjau panti rehabilitasi di Palutungan.

Kuningan (KaTer) - Sedikitnya 60 anggota Komunitas Hijau dan Pecinta Alam Kuningan dari berbagai usia dan kalangan mengikuti kegiatan Saresehan Informasi Bahaya dan Dampak Buruk Narkoba di Rumah Dampingan Tenjolaut, Kuningan, Sabtu kemarin (3/5/2014). Dalam saresehan ini, Komunitas Hijau Kuningan mendukung BNN Kuningan dalam memberantas narkoba.

Ketua Komunitas Hijau Kuningan, Avo Juhartono mengatakan, komunitasnya mendukung kampanye antinarkoba dan akan bekerja sama dengan BNN dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba, baik di kalangannya sendiri, maupun kepada masyarakat lainnya. “Bagi kami, say yes to back to nature, say no to drugs (katakan iya kembali pada alam, katakan tidak pada narkoba),” ujarnya.

Dengan mendekatkan diri pada alam dan lingkungan kata Avo, seseorang dapat mengetahui siapa dirinya sehingga terhindar dari krisis identitas diri yang seringkali menjatuhkan seseorang ke dalam penyalahgunaan zat dan obat berbahaya. Namun, hal tersebut juga tetap perlu diseimbangkan dengan keterampilan lainnya, seperti memilah pergaulan yang sehat dan meningkatkan pengetahuan dasar tentang bahaya narkoba.

Selain itu, pada kesempatan saresehan ini, Avo bersama kalangan pecinta alam SMAN 2 Kuningan, SMAN 1 Garawangi, Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, dan Aktivitas Anak Rimba (AKAR) mengungkapkan, selama ini mereka sering bertanya-tanya seputar bangunan yang berdiri di sekitar Palutungan.

“Pada kesempatan kali ini, saya mengajak teman-teman komunitas untuk melihat lebih dekat bangunan Rumah Dampingan BNN RI,” tutur Avo.

Terkait hal tersebut, Kepala BNN Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen langsung merespon, bahkan langsung mengenalkan bangunan Rumah Dampingan yang berfungsi sebagai sarana bagi korban narkoba yang menjalani masa pascarehabilitasi sebelum kembali kepada lingkungan sosialnya.

“Kami akan membuka komunikasi yang baik dengan Komunitas Hijau dan Pecinta Alam Kuningan. BNN mendukung kegiatan komponen masyarakat dalam rangka P4GN dan bagi rekan-rekan pecinta alam dipersilakan melakukan kegiatan positif di Rumah Dampingan,” tegasnya.

Selain bertukar informasi dengan BNN Kuningan, peserta kegiatan Saresehan juga melancarkan aksi penghijauan dengan menanam 210 bibit pohon Jati dan Gembelina di sekitar bangunan Rumah Dampingan. Melalui kegiatan tersebut, Avo dan komunitasnya berharap agar lingkungan sekitar bangunan tersebut tetap diperhatikan.

Sementara, Direktur Pascarehabilitasi BNN, Yunis Farida Oktoris itu yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik kegiatan dan aktivitas positif di Rumah Dampingan. Bangunan itu dapat dimaksimalkan sebagai sarana penunjang kegiatan dalam mendukung program pemerintah menangani permasalahan narkoba. Sejauh ini, Rumah Dampingan juga kerap dijadikan sarana kegiatan pembinaan dan pendampingan mantan pecandu narkoba agar tidak terjerumus (lagi) kepada narkoba.

“Dengan menanam pohon, kita memahami bagaimana proses tumbuh kembang makhluk hidup dan menyadari betapa berharganya hidup seorang manusia jika terjerumus pada narkoba,” pungkasnya.(Nona Rizky)


Fishing