Profil

Sarah Tsunami, Bocah Ajaib Tsunami Pangandaran

Sarah Tsunami

Bandung (KaTer) - Ditemui di Pasir Impun Bandung, Minggu, (25/1/2014), Sarah Tsunami (7) bocah ajaib yang selamat dari amukan bencana tsunami Pangandaran 2006, tampak ceria bermain bersama ibunya, Juju Juariah (43). Namun ada hal yang unik dari perilaku Sarah kali ini. Ia tampak tak sabar ingin segera berkacamata dan berkunjung ke Kebon Binatang Bandung.

“Kalau sudah pake kacamata, mau cepat ke Kebon Bintang. Lihat maung (harimau) ular, gajah, juga buaya. Pasti bagus ya disana?,” begitu urainya dengan polos sambil menggendong boneka Teddy Bear pemberian salah seorang pembaca koran yang merasa iba akan kisah hidupnya.

Sebagaimana pemberitaan selama ini, Sarah telah didiagnosa menderita low vision. Hal ini berdasarkan hasil diagnosis Kepala Spesialis Mata RS Mata Cicendo Feti Karfiat. Penglihatannya maksimal 1 meter, juga harus berkacamata plus 11,75 dengan silindris minus 1,5.

Menurut dr Feti telah mengoperasinya beberapa hari setelah terlepas dari gendongan ibunya kala tsunami menghantam pantai Parigi Pangandaran 2006, kala itu Sarah masih berusia 24 jam. Fenomena masih relatif baiknya penglihatan Sarah Tsunami, adalah sebuah keajaiban. Pasalnya operasi mata pada bayi, relatif rendah kesuksesannya.

“Saya senang, Sarah kalau sudah berkacamata, bisa melihat lebih jelas, tak seperti saya. Sayang kami baru bisa ke Bandung lagi, biasalah disana susah untuk cari ongkosnya,” tutur Juju penyandang tuna netra sejak kelas 3 SD.

Rencananya, pada Senin pagi, 27 Januari 2014 Sarah dan ibunya asal akan memperoleh kacamata untuk penyandang low vision. Dr. Hikmat Wangsaatmadja, SpM(K), M. Kes. MM bersama Ketua LSM CADAS (Ciri Aspirasi Dari Abdi Sanagara) yang beberapa waktu lalu telah memfasilitasi pengobatan mata Sarah, ketika dihubungi menyatakan siap dan selamat dating untuk kehadirannya di RS Mata Cicendo. (HS)


Fishing