• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab25112020

Last updateRab, 25 Nov 2020 6am

BJB

Profil

Album Lagu Sang Purusa, Diciptakan Untuk Kuningan

Pencipta lagu Sang Perusa, Nana Mulyana Latif saat memberikan album sang perusa kepada Direktur PAM Tirta Kamuning, Deni Erlanda, SE.

Kuningan Terkini - PS Bima Suci Kuningan melauncing Album SANG PURUSA yang terdiri 8 lagu campuran berbahasa Indonesia dan sunda. Ke 8 lagu bergenre musik Pop Sunda Klasik dengan arransemen perpaduan alat musik (kolaburasi musik modern dan etnic), menceritakan dan mewakili perasaan hati, tentang keindahan, kerinduan, alam kuningan, kebangggan terhadap tanah kelahiran Kuningan.

Album SANG PURUSA menceritakan, dimana Sang purusa adalah Sumber/pusat Ilmu (Kecerdasan/puncak keIlmuan). Didalam pewayangan, Sang Purusa dilambangkan Brahma atau lebih dikenal di tatar Pasundan dengan nama Dewa Guru (Gurunya Para Dewa) dipuncak yang tinggi atau sering dikenal Karajaan Atas langit (Sang Purusa Ciremai Tetengger Nagri).

“Dalam syair ini, saya menyampaikan pesan bahwa hidup itu adalah suatu proses yang terus menerus berjalan menuju sumbernya, yaitu Sang Pencipta. Kecintaan dan kebanggaan kepada tanah kelahiran dilagu ini, ada kalimat Dangiangna Lembur Kuring, menyibak makna cerita orang tua kita dulu bahwa Kuningan merupakan wilayah yang dipakai pusat penempaan ilmu, kesaktian dan aji diri,” kata pengurus PS Bima Suci, Ciawigebang yang juga pencipta lagu ini, Nana Mulyana Latif, Selasa (29/09/2020).

Wilayah ini kata Nana yang juga Sekjen Pekat IB Kuningan, selalu dipakai rujukan untuk mencapai puncak kemenangan. Silsilah anak cicit dari tokoh sentral pra sejarah atau sebelum adanya Agama sebagai pusat rujukan ilmu penghambaan kepada hyang widi, ia menulis syairnya untuk mewakili Sekeseler seuweu Krama dalam cerita babad Cirebon ketika pasukan kuda-kuda kecil warna putih turun dari Ciremai sehingga membuat lawan gemetar ketakutan.

“Saya coba memasukan kata Tanjeur Jurit Ngabela Bebeneran, Sinuhun Gunung Djati membentuk pasukan perang yang sangat tangguh berpusat di Ciremai. Sayapun menuangkan dengan kata Purwa Carita Nagara Rosa, yang artinya berawal dari negara yang kuat, sehingga nama Kuningan di abadikan sebagai nama jalan di kerajaan Jaya Karta (Jakarta),” terangnya.

Dalam era jelang kemerdekaan tetgasnya, Kuningan di pakai juga sebagai pusat perumusan kemerdekaan oleh founding fathers bangsa di linggarjati (Perundingan Linggarjati). “Lagu berjudul Sang Perusa Saya ciptakan untuk Kuningan. Dinyanyikan oleh Tiara Meranti dan arransemen oleh Rudi Jati dan Purwasalaka Etnic,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh