• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum03042020

Last updateJum, 03 Apr 2020 12am

BJB

Profil

Damas Hidup Kembali Dengan Inovasi Millenial

Prosesi pelantikan Damas Kuningan.

Kuningan Terkini - Setelah sekian lama tak terdengar, Organisasi Kemahasiswaan dan Kebudayaan Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Cabang Kabupaten Kuningan, kini hidup dan menggeliat kembali di jagat pergerakan. Organisasi Mahasiswa tertua di Jawa Barat ini baru saja melaksanakan acara pelantikan dan pengukuhan kepengurusan cabang di Kuningan di Studio Utama LPPL Kuningan TV, Kamis (20/02/2020).

Acara yang sakral dan khidmat itu diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (Puseur) DAMAS, atas hasil musyawarah cabang (gempungan anggota) pada tanggal 17 Januari 2020 di Makaya Café Caracas. Kepengurusan Damas Cabang Kuningan periode 2020-2025 disahkan melalui SK DPP Nomor 06/GA-DMS/SK/PUSEUR/II/2020 yang dibacakan oleh Ketua Umum Damas Gani Presa Wibawa, S.Kom dihadapan hadirin peserta Istrenan (pelantikan) kemarin.

Ketua Damas Cabang Kuningan Yaya Sumantri, SAP, MAP menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada DPP yang masih mempercayainya untuk memimpin organisasi berbasis budaya tersebut. Yaya mengungkapkan, sebetulnya dirinya sudah terlalu tua untuk dikatakan mahasiswa mengingat dirinya bukan lagi mahasiswa seperti kala dia menjadi ketua Damas angkatan perdana yang saat itu masih menempuh pendidikan S1.

“Terima kasih kepada DPP yang masih mempercayai saya untuk menghidupkan kembali Damas di Kuningan. Ini merupakan kehormatan besar sekaligus beban dan tantangan khusus bagi saya, insya Allah saya bersama para pengurus yang lain akan sekuat tenaga menjaga dan memelihara Ki Sunda di Kuningan,” katanya.

Sementara, Ketua DPP Damas Gani Presa Wibawa, S.Kom. mengungkapkan, Damas saat ini jangan lagi diasosiasikan dengan kejadulan, Damas sudah memulai masuk ke area millennial dan modern interactions, hal itu dibuktikan Damas mampu bersaing di era digital saat ini.

“Tentu saja kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara yang sesungguhnya tidak lagi relevan digunakan pada jaman ini dimana semua interkoneksi manusia sudah serba cepat dan tak terbatas, kita harus bisa ngigelan (mengikuti. Red) jaman dimana kacapi suling, kendang, dan gamelan semua sudah berbasis elektronik dan aplikasi digital,” terangnya.

Ditempat yang sama, Bupati Kuningan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kominfo, Drs. H. Teddy Suminar, MSi menjelaskan, beberapa nama-nama besar tokoh Damas yang dikenalnya dari Gubernur Jabar R. Nuriana, Ginanjar Kartasasmita, Hidayat Wiradikarta, Abah Iwan Abdurahman, Kang Ibing, Aom Kusman, sampai Rektor Unpad Prof. DR. Ganjar Kurnia.

“Saya secara pribadi dan pemerintah daerah menyambut dengan rasa bangga dan teramat bahagia dengan hidupnya kembali Damas di Kuningan, sudah barang tentu andil Damas sangat kami rasakan dan nyata kami sangat terbantu terutama dalam hal pelestarian seni, bahasa, sejarah, dan budaya,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh