Kuningan (KaTer) - Ketua DPC PDI P Kuningan, H Acep Purnama, SH MH sangat menyayangkan adanya indikasi kecurangan selama proses pra pemungutan suara dalam Pileg 2014. Menurutnya, dari hasil evaluasi partai, diduga banyaknya suara yang hilang milik PDI P akibat adanya praktek jual-beli suara dengan menggunakan metode money politik. Dari indikasi itu kata Acep, benar-benar menjadikan suara PDI P di Kuningan akhirnya goyah. Banyak daerah yang merupakan lumbung suara PDI P, tiba-tiba tidak mendapatkan hasil yang signifikan.
"Jujur, untuk mempertahankan 14 kursi yang pernah didapat saja cukup sulit. Bahkan saya perkirakan, periode ini bisa kurang dari 14 kursi. Hal ini benar-benar diluar dugaan kami," ucap Acep yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Kuningan.
Ditanya tentang siapa dan partai mana yang melakukan praktek politik transaksional, Acep masih enggan mengungkap oknum pelakunya. Hanya saja ia menegaskan partainya memiliki bukti siapa saja yang menggunakan praktek money politik.
"Suara kita benar-benar dirusak dengan praktek politik transaksional. Ini benar-benar tidak mendidik, karena banyak lumbung suara kita yang dibom dengan money politik, ini terjadi pra pemilihan mendekati hari-hari pencoblosan," tandasnya dengan wajah penuh kekecewaan.
Dirinya berharap, Panwaslu bisa menindak oknium caleg yang melakukan politik transaksional, karena ini merusak mental masyarakat bangsa khususnya di Kuningan. Seperti suara kami di DRP RI dan Provinsi, relatif suaranya aman. Tapi ketika dilihat hasil perolehan suara di tingkat daerah, tidak signifikan dengan suara diatasnya.
“Kami perkirakan ini karena, para caleg daerah yang banyak menggunakan money politik," terkanya.(AND)