• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sen16092019

Last updateSen, 16 Sep 2019 6pm

Pendidikan

Rektor Uniku Buka Workshop Re-Orientasi Kurikulum

Workshop Re-Orientasi Kurikulum

Kuningan Terkini- Rektor (Uniku), DR. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., membuka secara resmi Workshop Re-Orientasi Kurikulum Mata Kuliah Analis Data Kuantitatif dan Kualitatif, Literasi Teknologi dan Pemberdayaan Masyarakat, di Aula Fakultas Kehutanan Kampus I Uniku, Senin (29/07/2019).

Dalam sambutannya, Rektor Uniku DR. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., mengatakan, Indonesia salah satu Negara yang sedang berlari di revolusi industry 4.0. Uniku memiliki peranan penting sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan sumber daya manusia yang siap berkompetisi di era revolusi industry 4.0. tersebut.

“Salah satunya dengan meningkatkan kualitas kurikulum agar dapat beradaptasi dengan perkembangan industry terhadap sumber daya manusia yang berkualitas. Atas daqsar itulah, Uniku menggelar workshop re-orientasi kurikulum untuk mata kuliah baru yang digagas oleh Pusat Perencanaan Pengembangan Akademik (P3A) Uniku,” tuturnya.

Kurikulum itu kata Dikdik, memiliki peran penting dalam mengimplementasikan visi misi lembaga serta harus mengikuti dengan perkembangan zaman, agar dapat melahirkan lulusan yang lebih berkualitas dan sesusi dengan kebutuhan. “Semoga, kegiatan workshop yang pada hari ini dilaksanakan, dapat memberikan manfaat,” harapnya.

Sementara, Wakil Rektor I Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si menambahkan, dengan visi misi menjadi Universitas unggul yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat pada tahun 2032, Uniku harus berorientasi menjadi kampus yang berwawasan Green Campus. Sehingga, kurikulum di Uniku bermuatan mata kuliah yang mengarah pada upaya ramah lingkungan.

“Oleh karena itu, tim Adhoc re-orientasi kurikulum Uniku telah memutuskan adanya penyesuaian mata kuliah. Seperti analisis data kuantitatif dan kualitatif, literasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, agama, Pancasila, kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, kewirausahaan dan kuliah kerja nyata (KKN),” pungkasnya.(NonaRizky)

Add comment


Security code
Refresh