• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sel17092019

Last updateSen, 16 Sep 2019 6pm

Pendidikan

5 Pemuda Kuningan Lolos Seleksi KBKM 2019

5 pemuida Kuningan yang ikut Kemah Budaya Kaum Muda.

Kuningan Terkini- Dari 735 kelompok dengan total 3058 orang peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti seleksi Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 5 pemuda Kuningan behasil lolos untuk mengikuti KBM. Ke 5 pemuda Kuningan beserta peserta terpilih lainnya ditantang menghadirkan solusi pemajuan kebudayaan.

Menurut salah seorang mahasiswa Uniku, prodi Manajemen yang lolos seleksi KBM, Andressa Noviar Azhari, Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) diselenggarakan pada tanggal 21-25 juli 2019 di pelataran Bumi Perkemahan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Pada proses pendaftaran yang diselenggarakan pada tanggal 11 Mei s/d 11 Juni 2019, diikuti oleh 735 kelompok dengan total 3058 orang peserta dari seluruh Indonesia.

“Setelah dilakukan seleksi, hasilnya adalah 561 peserta yang tergabung dalam 133 kelompok dari 28 provinsi,” katanya.

Dari sekian banyaknya peserta yang mengikuti KBKM kata Andressa, terdapat satu kelompok yang mewakili Kabupaten Kuningan, yakni kelompok 'Sang Hyang Sri' pada kategori Aktivasi Kegiatan yang terdiri dari 5 anggota. Yairtu, Andressa Noviar Azhari (Uniku, prodi Manajemen), Bagas Bayu Rahman (UNS Semarang, prodi Ilmu Geografi), Didin Misbahuddin (UI, prodi Arkeologi), Fahmi Ramdhan (Uniku, prodi Desain Komunikasi Visual), dan Keke Ismi Oktavianti (UI, prodi Manajemen).

“Kami mempresentasikan program bernama 'Seren Taun Milik Bersama'. Program ini bertujuan meningkatan interaksi yang lebih partisipasionis antara masyarakat Kuningan pada umumnya, khususnya kaum muda dengan masyarakat AKUR (Adat Karuhun Urang) Sunda Wiwitan di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan,” paparnya.

Berangkat dari kecintaan terhadap budaya dan tradisi lokal lanjut Andressa, ke 5 pemuda asal Kuningan berkumpul dalam satu kelompok untuk mengikuti ajang Kemah Budaya Kaum Muda. “Kami adalah bagian kecil generasi muda Kuningan yang ingin tetap melihat kebudayaan lokal terus hidup dan berkembang dalam dinamika perkembangan zaman,” terangnya.

Dari kegiatan KBM ini sambungya, seluruh peserta KBM dibekali science, technology, engineering, dan mathematic untuk kemajuan budaya. Budaya bukan suatu yang tradisional saja atau baku saja. Lebih dari itu, budaya terus tumbuh dan berkembang. Budaya ada di masyarakat sebagai sesuatu yang organic, yang tetap hidup dan bertahan.

“Menegakkan kepribadian nasional dalam kebudayaan, pada hakikatnya adalah mengobarkan patriotisme atau semangat gotong royong dalam kebudayaan. Dengan ini tidak berarti kita menolak kemajuan dalam menyosngsong perkembangan zaman menghadapi revolusi industry 4.0,” pungkasnya.(NonaRizky)

Add comment


Security code
Refresh