Pendidikan

Gedung SD Wanasaraya Roboh Murni Musibah ?

Kadisdikpora Asep Taufik Rochman

Kuningan Terkini - Ambruknya tiga ruang kelas yang terjadi di sekolah SD Wanasaraya Kecamatan Kalimanggis Kuningan akibat unsur kesengajaan langsung dibantah keras oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kuningan. Kadisdikpora Asep Taufik Rochman menganggap bahwa robohnya salah satu gedung SD Wanasaraya yang mempunyai tiga ruangan kelas itu murni karena unsur alam atau musibah.

“Oh tidak, ngapain disengaja. Ini semua karena musibah. Secara teknis, itu kan Cipta Karya yang menginikan (kewenangan teknis, red),” ucap Taufik saat menghadiri pertukaran pelajar asal Korea ke Indonesia di Pendopo Kuningan, Kamis (12/11/2014).

Ditanya terkait bangunan sudah dalam kondisi tua namun pemasangan rangka baja yang tergolong masih baru, Taufik mengaku tidak paham terkait hal tersebut karena itu merupakan secara teknis. Namun, pihaknya sudah melakukan peninjauan terhadap tiga ruangan kelas bangunan di SD Wanasaraya yang roboh.

“Masa ada musibah kita gak ini (meninjau, red). Yang jelas pada prinsipnya, proses belajar mengajar harus dapat dilaksanakan. Penyebab bukan urusan saya,” tandasnya.

Ia berharap, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. “Karena, kurikulum 2013 juga kan kebanyakan di luar. Kita juga sebagai pemerintah harus wajib, bahwa pendidikan itu adalah hak asasi yang paling mendasar. Ya kita bukan melihat jatuh atau apanya, yang penting bagi saya sih bagaimana belajar mengajar tidak terganggu dan terus berjalan lancar,” terangnya.

Ketika ditanya kejadian ambruknya sebuah bangunan sekolah yang kedua kalinya setelah kejadian menimpa sekolah sks SBI Cikaso, Taufik menilai itu merupakan sebuah bencana atau musibah.

“Kalau melihat kejadian itu yang namanya bencana, mau dua kali atau beberapa kali kan kita tidak merencanakan. Itu kan bencana. Kalau kita mengatakan, misalnya jaman saya empat kali, lima kali, oh gak ada ukuran. Karena mungkin usia bangunan, atau apa kan gitu. Jadi, bencana kan gak bisa sekali dua kali,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Komisi III DPRD Kuningan, Ujang Kosasih yang membidangi hal terkait sebagai mitra kerja mengatakan, belum bisa memberikan komentar apapun terkait musibah itu. Karena khawatir komentarnya tidak faktual dan kurang tepat.

“Sampai saat ini dari Komisi III belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian akibat agenda reses yang dilakukan oleh seluruh wakil rakyat. Insya Allah, nanti setelah kembali masuk pasca reses, komisi III akan membicarakan hal tersebut dan tidak menutup kemungkinan juga akan melihat langsung ke lapangan,” pungkasnya. (AND)


Fishing