Kuningan Terkini - Tiga ruangan kelas SDN Wanayasa ambruk. Diduga, musibah ambruknya 3 ruangan kelas tersebut diduga akibat bangunan yang sudah tua. Selain itu juga karena kondisi tanah yang labil sehingga mengakibatkan tembok kelas miring dan mengalami keretakan.
Pantauan di lapangan, sejumlah warga setempat dibantu anak-anak tengah sibuk membersihkan puing-puing reruntuhan genting bekas ambruknya tiga ruang kelas SDN Wanasaraya. Dari bangunan yang ambruk tersebut, belum seluruhnya tampak dibersihkan, masih banyak genting dan rangka baja ringan yang masih tergelatak di posisi ambruknya bangunan.
Saat ditemui di lokasi ambruknya bangunan sekolah, Kepala SDN Wanasaraya Suharyana SPd kepada KaTer, Minggu (9/11/2014) mengatakan, dari ketiga ruangan kelas yang ambruk, dua diantaranya masih aktif dipakai untuk belajar mengajar oleh para siswa. Sedangkan untuk satu ruangan kelas lagi memang sudah tidak pernah lagi digunakan untuk ruang belajar mengajar.
“Memang tiga bangunan ruang kelas yang roboh itu dibangun sejak 1984 lalu. Usia bangunan yang tua dan material dari adukan kapur, diduga penyebab bangunan roboh. Untuk pemasangan rangka baja sendiri dilakukan pada tahun 2008 lalu,” ungkapnya.
Dikatakan, untuk perehaban tiga ruang kelas tersebut, sebenarnya sudah diajukan sejak jauh-jauh hari. Namun ternyata, dari ajuan sebanyak tiga lokal itu hanya dua lokal yang direstui. Itu pun hanya rehab ringan dengan total senilai Rp 70 Juta untuk dua lokal. .(AND)