Pendidikan

Rektor Uniku Lepas Peserta KKN

Pelepasan peserta KKN ditandai dengan memakaikan seragam KKN oleh rektor Uniku.

Kuningan (KaTer) - Ratusan mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) yang akan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilepas secara resmi oleh Rektor Uniku, Dr Iskandar MM di kampus 1 Uniku, Senin (4/8/2014). Kegiatan yang diselenggarakan LPPM bekerjasama dengan Pemda Provinsi Jawa Barat dan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) dihadiri seluruh jajaran pimpinan Uniku dan para Camat yang berada diwilayah tempat dilaksanakannya KKN.

Ketua Panitia KKN, Drs H M Sudirman M.Si mengatakan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah satu wujud dari Tridarma Perguruan Tinggi yang harus diikuti oleh semua mahasiswa.

“Kegiatan KKN dimulai 4 Agustus-6 September. Dengan tema Ikut Membantu Pengentasan Kemiskinan melalui Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga dengan Pembentukan Bank Darah,” katanya.

Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN lanjut Sudirman, yaitu 151 mahasiswa KKN Tematik dan 701 mahasiswa KKN Regular. Peserta KKN tersebut akan disebar di 4 Kecamatan yaitu Ciniru, Hantara, Nusaherang dan Kadugede dengan 37 desa.

“Diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidang ilmunya dengan ikut berpartisipasi dalam program pembangunan di tingkat Desa bersama masyarakat,” ujarnya.

Rektor Universitas Kuningan Dr H Iskandar MM dalam arahannya menyampaikan, KKN berawal dari inisiatif mahasiswa Universitas Gajah Mada. Namun hingga saat ini telah hilang esensinya. Setelah dilegalkan KKN hanya dibutuhkan untuk mendapatan nilai tidak lagi menjadi wahana untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa sesuai bidang ilmunya.

“Saya minta untuk mahasiswa Uniku harus memiliki paradigma idealisme. KKN jangan hanya dijadikan kewajiban formal untuk memenuhi SKS. Tapi mahasiswa harus memiliki paradigma baru yaitu memberi sesuatu yang dipunya kepada masyarakat,” pintanya.

Kegiatan KKN ini sambung Iskandar, bukan hanya dari Uniku saja. Melainkan dari mahasiswa dan kampus lain pun sudah sering melaksanakan KKN di masyarakat. “Jangan sampai kami dengar ada celetukan negatif dari masyarakat tentang kegiatan KKN dari mahasiswa Uniku. Tapi harus mendapatkan penilaian positif dari masyarakat,” ungkapnya. (DHE)


Fishing