Kuningan (KaTer) - Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ada di Kabupaten di Kuningan, menyatakan menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kuningan yang dijadwalkan hari ini, Senin (3/2/2014). Pasalnya, PMII menilai kehadiran SBY di Kuningan tak lain hanya tebar pesona jelang Pemilu 2014 mendatang.
Menurut ketua PMII cabang Kuningan, Zakiyal Fuad, kedatangan SBY ke Kuningan, tak lain hanya strategi politik sebagai bagian dari safari pencitraan Partai Demokrat jelang Pemilu. SBY dan Partai Demokrat telah gagal. Sebagai pemenang Pemilu 2009, Demokrat dan SBY telah menghianati amanah rakyat.
“Ini terbukti dari terus naiknya harga pangan, kurs rupiah merosot, harga BBM yang menjadi kebutuhan primer malah naik terus. Jelas ini bukan merupakan kebijakan pro rakyat,” tegas Ketua Umum PMII Kuningan, Zakiyal Fuad kepada KaTer.
Partai Demokrat kata Zaki, adalah partai terkorup dan tak bisa dipercaya. Sudah banyak kader-kader jebolan Demokrat yang tersandung kasus korupsi. Masyarakat tidak harus merasa bangga atas kedatangan SBY, sebab SBY banyak mengeluarkan kebijakan yang pro asing, terutama negara-negara yang menganut sistem kapitalisme dan neoliberalisme ekonomi.
“Lihat saja, hampir seluruh pertambangan baik gas, minyak bumi, dan batu bara dikuasai investor asing. Tak kurang dari 90 persen wilayah pertambangan Indonesia dikuasai pihak asing di era kepemimpinan SBY,” ungkapnya.
Selain atas kunjungan Presiden SBY lanjut Zaky, pihaknya juga menyatakan hal serupa terhadap kedatangan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan atau yang lebih familiar dengan sebutan Aher. Pihaknya menilai, Aher dan PKS juga sama-sama dalam rangka pencitraan politik. Mereka (Aher dan PKS, red) adalah partai koalisi Setgap Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, yang mendapat kasus serupa yakni korupsi impor daging sapi.
“Apalagi yang kena kan presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq terciduk KPK gara-gara korupsi. Ini bukti paling shaheh bahwa partai tersebut korup. Aher dan PKS juga salah satu yang pro terhadap asing. Tak kurang dari 7 gunung yang ada di wilayah Jabar saat era kepemimpinan Aher dijual ke pihak asing terutama negara Adidaya Amerika,”pungkasnya.(AND)