Kuningan (KaTer) - Tiga prinsip organisasi Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas menjadi komitmen kuat yang dipegang teguh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kuningan, Harnida Darius SH. Prinsip ini membawa dampak signifikan pada loyalitas kader PP Kuningan sebagai landasan perjuangan organisasi.
Harnida sebagai tokoh pemuda sekaligus Ketua MPC PP Kuningan, dinilai kreatif dan aktif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, membantu masyarakat dan mengaplikasikan jiwa gotong royong.
“Memang nilai-nilai kebangsaan sudah mulai luntur di negeri ini. Rasa solidaritas, budaya gotong-royong, kekeluargaan, saling tolong menolong dan pilar kebangsaan semakin luntur. Di sisi lain, pengaruh asing sudah luar biasa masuk ke Indonesia,” kata Rida, saat ditemui dikediaman rumahnya, Kamis (26/12/2013).
Rida menambahkan, saat ini Generasi Penerus Bangsa harus menjaga keutuhan Pancasila dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda jangan sampai terjebak pada masalah-masalah yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Yang terpenting adalah bahwa Pancasila itu lahir dari akar sejarah budaya bangsa yang mengadung nilai-nilai historis dan falsafah luhur yang bersifat universal. Jadi harus diperjuangkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Tentang pemuda, Rida mengatakan, bahwa suka tidak suka, mau tidak mau, pemuda Indonesia merupakan pewaris tahta masa depan Bangsa. Apa yang pemuda lakukan saat ini sebagai regenerasi penerus Bangsa menentukan Indonesia masa depan. ”Tapi apa yang telah dilakukan oleh teman-teman di organisasi ini telah menepis keraguan terhadap pemuda Indonesia, sekaligus membuka pikiran kita semua, bahwa masih banyak pemuda Indonesia yang bisa diharapkan,” sambungnya.
Lebih jauh Rida mengatakan, tanda - tanda penjajahan Bangsa lain melalui globalisasi kepada generasi muda bangsa Indonesia sudah sangat jelas dan mulai terlihat dampaknya. Kecenderungan gaya hidup individualis di kalangan pemuda, lebih dominan dibanding gaya hidup bersosial dan bermasyarakat. Hal tersebut merupakan pengingkaran terhadap karakter jati diri Bangsa Indonesia yang bersifat gotong royong dan saling asah, asih, dan asuh.
“Di lingkungan masyarakat, Pemuda Pancasila senantiasa memberikan kegiatan dan aktifitas yang bermanfaat dalam bentuk sosial. Organisasi ini adalah wahana tempat berkumpulnya kawan- kawan muda untuk menjadi warga yang baik dan cerdas dalam membangun masa depan bangsa,” tukas Ketua MPC PP Kuningan tersebut.(And)