Kuningan Terkini - Seusai menunjuk ketua demisioner KNPI, H Uus Yusuf sebagai Ketua MPI KNPI Kabupaten Kuningan, Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan, Cecep Hendi dalam sambutannya menjelaskan, ikhtiar politiknya sebagai Ketua DPD KNPI Kuningan adalah untuk membangun potensi yang terdapat dalam diri pemuda yang ada di Kabupaten Kuningan.
“Pelantikan ini merupakan langkah awal bagi pemuda KNPI Kuningan, untuk berdiri dalam memberikan kontribusi khususnya bagi pemuda Kuningan sendiri, dan secara umum untuk Kabupaten Kuningan,” ucap Cecep Hendi, Senin (9/3/2015).
Menurutnya, pemuda adalah harapan, pemuda adalah pemimpin dan merupakan bagian terpenting dari pembangunan. Tentu saja, pemuda memiliki peranan penting dalam mendirikan kemajuan daerah.
“Dalam wadah KNPI, seluruh komponen pemuda berhimpun untuk berapresiasi dalam mewujudkan pemuda yang Mandiri Agamis Sejahtera, sesuai dengan visi misi kabupaten menuju Kuningan Mandiri Agamis dan Sejahtera (MAS),” katanya.
Pihaknya juga bertekad, bahwa dalam kemajuan Kabupaten Kuningan bukan hanya merupakan tugas pemerintah daerah, namun juga selayaknya menjadi tugas generasi muda seperti KNPI Kuningan yang wajib berperan serta dalam membangun kemajuan bangsa.
“Tentu hal tersebut menjadi tugas kita bersama. Oleh karena itu, kualitas generasi muda juga menjadi faktor penting sebagai wujud dalam memajukan bangsa. Dengan jiwa kepeloporan, daya intelektualitas, dan potensi profesionalitas dalam diri pemuda, maka para pemuda akan mampu menempuh langkah ktreatif untuk menciptakan iklim yang kondusif, sebagai modal utama menghidupkan sendi-sendi kekuatan masyarakat,” jelasnya.
Dirinya berpendapat, KNPI merupakan salah satu komponen masyarakat dari kalangan pemuda yang keberadaannya telah diakui dan memiliki kharakter kuat sebagai pengawal persatuan dan kesatuan, serta selalu berupaya melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan terutama dalam kaitannya mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat.
"Mari, jadikan organisasi KNPI sebagai tempat yang strategis, untuk mengadopsi bentuk karya nyata yang bisa dilaksanakan sebagai perwujudan berperan aktif dalam pembangunan. Dengan modal dasar kebersamaan, kiranya kita dapat tampil terdepan dalam menggalang persatuan dan kesatuan tanpa memandang etnis dan golongan, namun tetap dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.(AND)