Pemerintahan

Dishutbun Garap Lahan Kritis 3908 Ha

Kadishutbun Kuningan, Dr Ukas Suhasfaputrs

Kuningan Terkini - Lahan kritis seluas 3908 hektar yang tersebar di setiap daerah di Kuningan saat ini tengah direhabilitasi dan dihijaukan melalui program Zero Critical Land 2018. Diperkirakan, penghijauan seluruh lahan kritis yang berpotensi terjadinya bencana longsor dan membahayakan ditargetkan akan rampung pada tahun 2018.

Kadishutbun Kuningan, Dr. Ukas Suharsaputra menjelaskan, untuk program zero critical land 2018, setiap tahun pihaknya melakukan ploting setiap daerah dengan kondisi lahan kritis dan upaya pemulihan dengan penanaman bibit pohon, dan kegiatan rehabilitasi lahan dan hutan.

“Bersumber dari dana APBN, APBD Prov, dan APBD, setiap tahunnya kita ploting daerah lahan kritis sekitar 300 hektar. Diperkirakan, 5 tahun kedepan lahan kritis seluas 3908 ha bisa selesai digarap,” katanya kepada Kuningan Terkini, Senin (23/9/2014).

Upaya pemulihan yang dilakukan dalam program ini kata Ukas, adalah penanaman pohon di areal lahan kosong dan kurang produktif, program KBR (Kebun Bibit Rakyat), serta rehabilitasi lahan dan hutan.

Ukas menambahkan, untuk menjadikan Kuningan sebagai kabupaten konservasi diharapkan didukung oleh seluruh pihak. Perlu kesadaran dalam membangun dan menumbuhkembangkan budaya konservasi di masyarakat. Seperti gerakan penanaman pohon untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan bagian dari pendidikan lingkungan untuk menghijaukan Kuningan.

“Pembangunan hutan kota, kebun raya, serta lahan-lahan hijau lainnya adalah bagian dari upaya untuk menghijaukan ribuan hektar lahan kurang produktif di Kuningan.” jelasnya.(Nona Rizky)


Fishing