Pemerintahan

Target PAD Pemdes Panawuan 150 Juta

Situ Janggala

Kuningan Terkini - Keberanian Pemerintahan Desa Panawuan Cigandamekar untuk mengambil alih Situ Janggala menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) patut diapresiasi oleh Pemkab setempat. Apalagi desa tersebut menargetkan PAD di tahun 2015 nanti sebesar Rp.150 juta.Situ yang luasnya lebih kurang satu hektar tersebut, selama 20 tahun lalu hingga tahun 2007 disewakan kepada pihak ke-tiga (CV Puji Jaya Tekhnik).

Namun, beberapa klausul dalam surat perjanjian tidak ditepati oleh perusahaan itu. Diantara perjanjian itu seperti membangun infrastruktur untuk memfasilitasi kemajuan situ sebagai objek wisata, tidak secara rutin mengeruk lumpur, membangun waterboam, dan membangun rumah makan.

“Ternyata poin-poin itu tidak dapat direalisasikan. Tidak ada kolam renang, rumah makan dan pengerukan lumpur tidak dilakukan secara rutin. Karena itu, Kami (Pemerintahan Desa) harus mengambil alih untuk dikelola sendiri oleh desa,” kata Kepala Desa Panawuan Cigandamekar Sofyan Mawardi kepada KaTer, Rabu (20/8/2014).

Dikatakan, dalam perjanjian itu juga ditegaskan, jika pihak ketiga tidak bisa menepati perjanjian, maka lima tahun setelah habis masa kontrak secara sendirinya kerjasama tersebut putus.

“Mulai 1 September, Kami akan memulai berbenah. Berbagai rencana untuk mengedepankan wisata sudah diprogramkan. Apalagi, lokasi Situ sangat strategis dengan objek wisata lainnya. Dengan dukungan fasilitas wisata yang lain, saya yakin Situ Janggala akan semakin maju dan bisa menarik wisatawan,” ungkapnya.

Selain memfokuskan pembenahan ke Situ Janggala, pihaknya mempunyai pendapatan yang telah pasti dari sejumlah hotel dan restoran yang berada di desa tersebut. “Desa harus bisa mengejar target itu, dan Saya yakin bisa mencapainya. Sekalipun untuk membenahi BUMDes Situ Janggala ini butuh juga modal yang tidak sedikit,” terangnya.

Pihaknya berharap, dukungannya dari Pemkab Kuningan untuk membantu mengembangkan salah satu potensi usaha Desa Panawuan. Karena selain sebagai pendukung faktor wisata, situ itu pun kerap dijadikan salah satu tempat tradisi bedah setu yang rutin diagendakan setiap satu tahun sekali.(AND)


Fishing