Kuningan (KaTer) - Dari ke 6 Calon Direktur (Cadir) Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kuningan, yaitu Hj Elit Nurlitasari, Teguh Priyono, H Dudung Mundjadi, Joko Purnomo, M Benhardi, dan Muhammad Warid. Diperkirakan hanya ada 3 nama yang akan bersaing ketat. Dari informasi yang diperoleh, ketiga nama tersebut adalah Hj Elit Nurlitasari Gani, M Benhardi, dan Joko Purnomo.
Meskipun semua keputusan berada di tangan sang owner yang dipegang oleh Bupati, Hj Utje Ch Suganda, namun ketiga nama tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi bupati. Mengenai alasan menguatnya 3 nama tersebut, berdasar kabar yang diperoleh Kuningan Terkini, membuka potensi yang dimiliki ke 3 orang tersebut.
Dimulai dari Elit, Ia menjadi nominator terkuat karena memiliki potensi enterpreneur dan juga pernah menjadi cawabup, serta memiliki kemampuan financial yang diatas rata-rata calon lainnya. Hal itu seperti disampaikan oleh salah satu pemerhati sosial politik, Anggi Alamsyah.
“Saat ini siapa yang tidak tahu Elit? Dia adalah sosok yang paling populis diantara cadir lainnya. Lalu, jika berkaca dari kemampuan financial, apalagi yang dia cari? Melihat Elit saat ini, seperti melihat Pak Jusuf Kalla (JK) saat mencalonkan menjadi kepala Kadin pusat. dia hanya ingin mengabdikan dirinya untuk kemajuan negaranya,” katanya.
Meski digadang-gadang sebagai calon terkuat dan dikabarkan memiliki kedekatan dengan Utje selaku bupati Kuningan, namun peraihan kursi PDAU untuk Elit belum bisa dikatakan mulus.
Karena, menurut catatan dari salah satu anggota tim seleksi Cadir PDAU, Nana Sugiana, ia menilai Benhardi sebagai sosok enterpreneur yang paling tangguh dan mampu memimpin PDAU kedepan. Hal itu berdasar pengalaman Benhardi yang lama di Kuningan, dan memiliki usaha yang kini menjadi salah satu icon di Kuningan.
“Dia (benhardi,red) sedikit banyak sudah hafal peta Kuningan terkait potensi SDM dan SDAnya. Terlebih, kita sama-sama tahu Benhardi memiliki usaha Jeruk nipis peras yang dirintisnya dari nol hingga saat ini menjadi salah satu icon Kuningan,” tuturnya.
Meski Nana menegaskan bahwa dirinya tidak mendukung siapa-siapa, karena disadarinya yang memiliki kewenangan akhir dalam memilih cadir adalah owner. Namun dalam pandangan pribadinya, Ia sedikit mengapresiasi Benhardi untuk dapat memimpin di PDAU.
“Kalau secara penilaian pribadi, tidak salah kan kalau saya melihat yang lebih potensial? Tapi saya garis bawahi, disini tidak ada masalah titip-titipan atau apalah namanya. Pemilihan direktur PDAU ini murni,” terangnya.
Kandidat kuat lainnya muncul dari sosok luar daerah Kuningan, yaitu Joko Purnomo. Mendapat bocoran dari salah anggota timsel PDAU selain Nana, yaitu Yudi Nugraha. Kabag organisasi itu, memiliki penilaian lain terhadap kapabilitas Joko.
Dari hasil test yang dilakukan Joko, lanjut Yudi, sosok direktur disalah satu Bank swasta di Serang Banten itu, menjadi sosok yang diperhatikan Yudi. Salah satunya karena Joko dinilai sebagai pemimpin yang tegas dan berani, dalam mengambil kebijakan.
“Kalau dari wawancaranya, selama 2 tahun menjabat sebagai direktur di salah satu Bank itu, dia sudah membongkar 12 karyawannya yang bertindak nakal, hingga masuk penjara. Bahkan katanya, dia juga melakukan analisa lapangan, tentang kebocoran pendapatan yang selama ini dialami oleh PDAU,” ungkap Yudi. (DHE)