Kuningan Terkini- Mencuatnya isue mutasi di lingkup Pemkab Kuningan yang akan berlangsung pekan ini, dipastikan akan membuat banyak birokrat dihantui rasa penasaran terhadap nasib posisinya. Demikian disampaikan ketua F-Tekaad, Sujarwo. Menurut Mang Ewo sapaan akrabnya, bagi birokrat yang selama ini menempati posisi nyaman di kursinya, tentu akan sangat khawatir terlempar ke tempat yang selama ini dihindari.
“Dalam penataan birokrasi yang disinyalir sementara hanya menyentuh posisi eselon 3 (A dan B), dipastikan guna membentuk team kerja yang lebih segar serta terbebas dari kepentingan yang sejalan dengan visi misi duet Dian –Tuty,” katanya, Senin (05/01/2026).
Artinya kata Mang Ewo, ketika dalam penataan birokrasi yang dikemas melalui mekanisme promosi, rotasi dan mutasi nanti, kalaupun akan terjadi perombakan total di setiap tingkatan eselon (dari 2 s.d 4), siapapun harus memahami jika kebijakan tersebut bermaksud untuk mempercepat berbagai janji kampanye yang sudah dilontarkan oleh pasangan yang mempunyai tageline melesat.
“Jika hasil kerja kabinet yang akan dibentuknya tidak membuahkan hasil kerja yang optimal, tentunya msyarakat berhak melakukan gugatan terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan duet Dian –Tuty,” terangnya.
Lebihjauh Mang Ewo mengungkapkan, berpijak pada pengalaman yang dimiliki Dian RY yang sudah memiliki rekam jejak maksimal di lingkup Birokrasi Pemkab Kuninga, serta dengan posisi puncaknya sebagai Panglima ASN yakni sebagai Sekda, dapat dipastikan DIAN RY sudah sangat memahami karakter dan ethos kerja seluruh stafnya.
“Atas dasar tersebut, sangatlah mustahil dalam penataan birokrat yang akan segera digelar terjadi salah penempatan,” pungkasnya.(j’ly).