Kuningan (KaTer) - Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur) mengancam akan mengerahkan massa lebih banyak lagai jika tuntutannya terkait penolakan pembangunan geothernal di kawaran Gunung Ciremai ditolak. Hal ini terungkap saat Kuwu Sukamukti, Nana Mulyana dan Oki Satrio bersama anggota Gempur lainnya menyambangi kantor Dewan.
“Warga kawasan Gunung Ciremai merasa kecewa dengan surat edaran yang dibuat oleh dewan tidak sesuai dengan tuntutan awal sejak aksi unjuk rasa lalu. Isi surat itu bukan sebagai bentuk penolakan Chevron namun hanya permintaan penundaan ijin lokasi eksploitasi panas bumi atau Ijin Usaha Penambangan (IUP) Chevron,” kata Nana, Minggu (23/3/2014).
Kedatangannya ke Dewan kata Nana, ingin meminta klarifikasi soal surat yang sudah dikeluarkan oleh anggota dewan. Namun, sampai saat berada di gedung dewan tidak berhasil menemui Ketua DPRD Kuningan. Hal itu memicu kekecewaan warga sehingga bakal melakukan aksi lebih besar dengan tuntutan yang sama.
“Sesuai dengan tuntutan saat unjuk rasa terkait kesepakatan antara warga dengan pihak dewan, sudah jelas akan melakukan upaya penolakan eksploitasi panas bumi di kawasan Ciremai. Surat itu ditujukan untuk Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Menteri ESDM, Jero Wacik serta Presiden Indonesia yakni Susilo Bambang Yudhoyono.
Terpisah ketika dihubungi melalui telephone seluler, Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman membenarkan bahwa sedang berada di luar kantor. Ada sejumlah agenda yang jika ditinggalkan merasa tidak enak dengan sejumlah tamu yang berada dikediamannya. Koordinasi juga telah dilakukan untuk membahas dan menyamakan persepsi dengan pimpinan dewan lainnya.
“Mungkin wajar apabila surat itu sedikit molor. Karena, mekanisme yang ditempuh juga perlu waktu seperti adanya Rapat Banmus (Badan Musyawarah), Fraksi dan Rapat Pimpinan Dewan. Bayangkan saja, kita marathon selama tiga hari untuk memenuhi tuntutan warga dan itu kan dalam prosesnya jelas memenuhi berbagai agenda rapat sehingga menjadi keputusan dewan,” pungkasnya.(AND)