• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Min29032020

Last updateJum, 27 Mar 2020 9pm

BJB

Pemerintahan

Percepat Penanganan Covid-19, Jabar Siap Realokasi Anggaran

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Kuningan Terkini - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/03/2020).

Dalam ratas terkait penanganan COVID-19 itu, Jokowi meminta seluruh gubernur untuk melakukan mitigasi terhadap masyarakat dengan refocusing dan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan COVID-19 baik terkait isu kesehatan maupun bantuan sosial (bansos) untuk atasi isu ekonomi.

Hal itu tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang dikeluarkan pada Jumat, 20 Maret lalu.

Menanggapi arahan tersebut, Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bersama DPRD Provinsi Jabar telah berkoordinasi untuk refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pihaknya sudah melakukan rapat dengan DPRD (Jabar). Semua yang bapak presiden sampaikan sudah disiapkan, pergeseran-pergeseran dana sudah disepakati..

"Tinggal masalah teknis mendistribusikan, terjadi fenomena baru, miskin baru, yang tadinya tidak masuk dalam kategori subsidi, tidak terdaftar namanya, tiba-tiba mendadak dia masuk kategori itu," ucap Kang Emil.

Untuk itu kata Kang Emi, Ia berharap pemerintah pusat melalui APBN bisa membantu daerah untuk alokasi anggaran terhadap masyarakat yang masuk dalam kategori miskin baru. “Itu yang akan menjadi tantangan, kami sedang mengatur. Mohon izin, kami akan fokuskan,mungkin yang miskin lama oleh APBN dan miskin baru akan kami coba hitung dari APBD provinsi,” kata Kang Emil.

Terkait peta persebaran COVID-19 di Jawa Barat, diharapkan minghu ini bisa lebih jelas, sehingga akhir pekan bisa mengambil keputusan apakah siswa libur atau dirumahkan diperpanjang atau tidak. “Kalau tren penyebaran COVID-19 ternyata turun atau ternyata hasilnya parah, kami mohon izin minta arahan apakah anak-anak yang bersekolah di rumah diperpanjang seminggu atau dua minggu lagi,” terangnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh