Parlementaria

Rapat Paripurna, PDAU Babak Belur Dipertanyakan

Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH, MH

Kuningan Terkini - Bupati Kuningan Acep Purnama menyiapkan langkah penyelamatan PDAU yang tengah di sorot dari sisi kinerja dan pendapatan. Hal ini terungkap saat Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH, MH memberikan berkaitan dengan Perusahaan Daerah Aneka Usaha Tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar Senin (24/06/2019).

Dalam Nota Jawaban Bupati kepada fraksi-fraksi, Acep menyatakan penyertaan modal PDAU terakhir diterima tahun 2017. Sejak saat itu PDAU sudah bisa berjalan sendiri dan beroperasi melalui usaha sendiri. Perusahaan ini di klaim telah berkontribusi pada pendapatan daerah sebanyak 4 kali yaitu tahun 2014, 2015, 2016 dan 2018.

Kontribusi lainnya dari PDAU dirasakan oleh Desa di sekitar obyek wisata melalui pembukaan lapangan kerja sebagai pegawai PDAU di tempat wisata tersebut. Adapun roda ekonomi bagi warga sekitar obwis diberikan akses usaha berupa tempat atau lapak tanpa biaya sewa.

"167 Kepala Keluarga yang membuka usaha di dalam kawasan obyek wisata PDAU Kuningan. Untuk Kontribusi terhadap masyarakat dilakukan melalui pengelolaan parkir oleh pemuda Karang Taruna setempat," tegasnya.

PDAU sempat 'babak belur' dipertanyakan beberapa fraksi pada rapat paripurna sebelumnya karena diketahui pendapatannya tidak mencapai target yakni hanya mencapai 2,96% di LPJ Pelaksanaan APBD Kuningan tahun 2018. Setelah di telusuri penyebab minimnya sumbangsih PDAU, Bupati menemukan porsi pendapatan yang kecil berbanding belanja pegawai (gaji dan upah) yang relatif besar berimbas pada laba perusahaan di angka 2.69% dari target.

Rencananya, Bupati akan melakukan upaya penyelamatan melalui opsi Perubahan Perda yang kini tengah di usulkan di rapat paripurna. "PDAU harus tetap ada, disamping posisi keberadaannya akan mewakili pemerintah daerah misalnya negosiasi, kerjasama dengan para pihak. Makanya kita sambil menunggu status dari PD menjadi PERUMDA," pungkasnya. (Bubud Sihabudin)