Parlementaria

Komisi IV DPRD Sidak RS Juanda

Komisi IV DPRD saat Sidak ke RS Juanda

Kuningan Terkini - Adanya dugaan pelayanan rumah sakit yang kurang optimal, Jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan akhirnya melakukan sidak sejumlah rumah sakit, salah satunya RS Juanda Kuningan. Kedatangan para wakil rakyat itu, diterima baik pihak manajemen rumah sakit Juanda.

“Kami hadir di rumah sakit Juanda, atas informasi masukan dari masyarakat Kabupaten Kuningan, yang kebetulan telah menjadi pasien rumah sakit Juanda. Berdasarkan informasi dari pasien tersebut, bahwa pihak pasien merasa ‘diusir’ oleh pihak rumah sakit Juanda, lalu kemudian dibawa ke rumah sakit ’45,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (26/7).

Kedatangan jajaran Komisi IV DPRD itu pun, diakui karena ingin meminta klarifikasi terkait informasi tersebut. “Jadi kami kesini pun ingin meminta klarifikasi kepada RS Juanda, alhamdulillah diterima oleh Pak Direktur, oleh Ibu Dokter Yanti yang kebetulan menangani pertama pasien itu, pada saat hadir di rumah sakit Juanda,” jelasnya.

Berdasarkan penjelasan dari dokter yang bersangkutan lanjutnya, bahwa pasien itu adalah pasien yang mengidap dua penyakit yang baru ditemukan di rumah sakit. Pertama yakni penyakit diabet dan kedua penyakit gagal ginjal.

“Setelah dilakukan diagnosa oleh dokter spesialis dalam, yaitu Pak Dokter Rio juga katanya pasien tersebut mengalami struk. Sehingga, karena di rumah sakit ini tidak ada spesialis saraf, lalu kemudian Pak Dokter Rio ini merekomendasikan untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada dokter spesialis saraf, gitu katanya. Lalu kemudian, dirujuklah ke rumah sakit ’45,” bebernya.

Oleh sebab itu kata Ujang, dari penjelasan yang diberikan dokter bersangkutan itu, jika pasien tersebut terus dirawat di rumah sakit tersebut dikhawatirkan nantinya akan dipersalahkan, karena penyakit yang diderita bukan hanya gagal ginjal, namun juga penyakit struk. Dikarenakan tidak ada dokter spesialis saraf, maka pasien dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis saraf yakni rumah sakit ’45.

“Jadi penjelasannya seperti itu, dan kami sengaja hadir kesini juga membawa Pak Kepala BPJS Cabang Kuningan. Kenapa saya bawa, karena saya khawatir rumah sakit merujuk itu karena soal biaya atau BPJS, tapi ternyata bukan itu. BPJS clear bahwa biaya itu dibiayai semua dari BPJS,” terangnya.

Setelah mengunjungi RS Juanda, pihaknya juga akan langsung melakukan kunjungan ke RS ’45 sebagai rumah sakit rujukan dari pasien tersebut. (yan)


Fishing