Kuningan Terkini - Dalam rangka meningkatkan citra, kerja dan kinerja instansi pemerintah menuju kearah profesionalisme dan menunjang terciptanya pemerintahan yang baik, DPRD Kuningan menerapkan sistem absensi fingerprint/sidik jari. Terbukti, seluruh PNS dilingkungan gedung rakyat kini nampak lebih disiplin.
Teknologi Finger Print dalam meningkatkan motivasi pegawai Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan salah satu sumber daya terpenting di setiap organisasi atau institusi. Teknologi finger print akan memberikan motivasi kepada para karyawan untuk lebih disiplin, hal tersebut juga digunakan untuk menghindari terjadinya korupsi waktu kerja.
“Dengan adanya absensi fingerprint, diharapkan pegawai bisa termotivasi untuk datang tidak terlambat dan lebih rajin untuk datang ke kantor. Karena absensi finger print tidak dapat dimanipulasi kehadirannya,” kata Sekretaris DPRD Kuningan, Suraja, SE melalui telepon selularnya, Kamis (3/3/2016).
Efisiensi kata Suraja, menjadi dasar penggunaan sistem identifikasi sidik jari ini untuk menghemat waktu, tenaga, sekaligus menjamin keamanan. “Absensi fingerprint ini sangat membantu untuk mengevaluasi kinerja para pegawai,” ungkapnya.
Sementara, salah seorang pegawai di gedung DPRD seusai melakukan absen sidik jari mengatakan, Ia sepakat dengan adanya absensi fingerprint ini. Ini sangat perlu untuk meningkatkan citra, kerja, dan kinerja pegawai. Pendisiplinan adalah usaha-usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan.
“Ya Alhamdulillah meskipun baru sekarang ada mesin absen sidik jari ini, kita bekerja lebih disiplin. Yang tadinya ada pegawai yang kurang disiplin, sekarang jadi lebih teratur,” kata salah seorang PNS di gedung Dewan, Deni. (l.hakim)