Parlementaria

Ketua PPP Kritisi Perombakan AKD DPRD

Kuningan Terkini - Perombakan secara total dalam struktur pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Kuningan, akhirnya mendapat kritikan tajam dari politisi partai. Pasalnya, perombakan AKD DPRD dinilai kurang mengedepankan etika berpolitik dalam pengambilan keputusan pada pemilihan pimpinan AKD.

“Sebenarnya kapan saja itu boleh, mau setahun mau setengah tahun gak masalah, cuman diusulkan dulu di paripurna, gitu. Ini belum ada, jangan sampai jadi residen buruk kedepannya. Ada juga etika politik kita harus saling menghargai lah, fatsun politik juga harus dikedepankan lah,” ucap Ketua DPC PPP Kuningan, H Momon Suherman kepada awak media di gedung DPRD, Jumat (29/1/2016).

Walaupun perombakan AKD itu suatu kebutuhan, Momon yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD menilai, ada mekanisme yang memang harus ditempuh secara prosedural. Jadi, tidak serta merta langsung ditentukan pilihan untuk duduk di jabatan sebagai pimpinan AKD.

“Dulu kan pernah dilakukan pada saat paripurna, ada tiga fraksi yang mengusulkan untuk kocok ulang AKD. Nah itu bagus itu, biasanya kan diusulkan dulu di paripurna, jadi etikanya ada. Jadi kalau saat ini misalnya harus ada kocok ulang ya disampaikan dulu, diusulkan di paripurna baru fraksi-fraksi lobi, baru diadakan kocok ulang di enam AKD itu,” bebernya.

Menurutnya, perombakan AKD itu memang suatu keharusan. Terlebih, dalam tata tertib (Tatib) dewan sendiri juga sudah diatur dan selambat-lambatnya paling lama itu hingga 2,5 Tahun.

“Jadi, sebenarnya kapan saja itu sah ya. Cuman kan ada prosedur, ada mekanisme,” tukasnya.

Akan tetapi kata Momon, dalam perombakan AKD itu harus disampaikan terlebih dahulu di paripurna. Setelah diparipurnakan, baru antara fraksi-fraksi itu melakukan lobi-lobi dalam membuat keputusan dipilihnya pimpinan AKD DPRD.

“Jangan sampai ini malah kumpul-kumpul, kongkow-kongkow nah jadi keputusan. Itu yang dirasa nantinya jadi residen buruk kedepan,” tandasnya.

Ketua Fraksi PKB Kuningan, H Ujang Kosasih justru enggan berkomentar banyak soal kocok ulang AKD itu. “Nanti saja saya berkomentar pada saat yang tepat,” singkatnya. (AND)


Fishing