Kuningan Terkini - Mencuatnya isu kocok ulang Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang ada dalam tubuh DPRD Kabupaten Kuningan, akhirnya mendapat jawaban pasti dari Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos.
Bahkan, kepastian bakal dirombaknya AKD itu dipertegas Rana atas usulan tiga fraksi sebelumnya dan direncanakan bakal disusul dua fraksi lainnya termasuk Fraksi Restorasi PDI Perjuangan.
“Kita jauh-jauh hari sudah mendapatkan usulan dari tiga Fraksi DPRD yakni PAN, Demokrat, dan Golkar. Sekarang, PDIP juga mau mengajukan permohonan itu dan PKB juga mungkin bakal menyerahkan permohonan itu. Otomatis kan itu akan masuk dalam Badan Musyawarah (Bamus) DPRD. Apakah akan menyetujui rolling AKD itu, dan siapa akan beralih kemana itu merupakan otoritas masing-masing fraksi,” ucap Rana saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (10/12/2015).
Termasuk siapa yang akan menjadi pimpinan masing-masing Komisi DPRD kata Rana, itu pun tergantung nanti yang memilih di keanggotaan AKD masing-masing, baik itu juga di Baperda, Badan Kehormatan (BK) dan lainnya. Selain itu, kemungkinan bisa terjadi pula bahwa AKD bisa dipimpin dalam satu fraksi, tergantung dari perkembangan di lapangan saat prosesi penentuan oleh tim AKD tersebut.
“Si anggota dari AKD itu mempercayai siapa, kami serahkan semuanya kepada anggota masing-masing,” katanya.
Apakah nanti bakal ada paket setiap penentuan AKD, Rana menilai bahwa hal itu bisa terjadi sesuai dengan tata tertib (tatib) yang bakal diputuskan pada rapat masing-masing anggota AKD.
“Nanti lah liat tatib, kalau misalkan harus paket ya paket, tapi nanti lah liat tatib dulu,” ujarnya.
Pihaknya juga membantah bahwa, rolling komisi dilakukan karena persoalan isu tarif raperda yang sebelumnya sempat mencuat ke permukaan. Justru, latar belakang perombakan ini karena dibutuhkan penyegaran dan terobosan-terobosan di setiap komisi, serta dibutuhkan pula arah kebijakan baru di DPRD nya, sehingga semua fraksi mempunyai pemilihan untuk melakukan perombakan.
“Kalau gak desember ini kita lakukan, karena januari itu masuk tahun baru. Kita juga harus baru dengan cara pikir harus baru, orientasi juga harus baru. Ya saya berharap seperti itu lah, momen tahun baru ini diklarifikasi dengan tindakan, tidak hanya dengan retorika. Untuk semua fraksi itu baik dan tidak ada yang dikorbankan,” pungkasnya. (AND)