Parlementaria

Demo IMM di DPRD Berlangsung Ricuh

Kuningan Terkini - Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Kuningan di Gedung DPRD Kuningan berlangsung ricuh, Selasa (8/12/2015).

Sejumlah massa aksi sempat terlibat kontak fisik dengan aparat keamanan yang tengah bertugas mengamankan unjuk rasa, akibat dipicu pembakaran keranda mayat sebagai alat perangkat aksi. Mereka juga sempat menaiki pagar gedung rakyat untuk melakukan orasinya sebelum memasuki halaman gedung DPRD Kuningan.

Mahasiswa sempat membakar keranda mayat yang dibawa sebagai alat perangkat unjuk rasa. Namun, petugas dengan sigap langsung berupaya memadamkan api tersebut. Akan tetapi, mahasiswa kembali mencoba membakar keranda mayat tersebut hingga menimbulkan api yang cukup besar.

Tak pikir panjang, petugas kembali memaksakan diri untuk berupaya memadamkan api tersebut dengan alat pemadam. Massa aksi yang tidak terima dengan pemadaman keranda mayat akhirnya mencoba menghalangi aksi pemadaman itu.

Hingga pada akhirnya, kontak fisik antara mahasiswa dengan petugas tidak terbendung dan memaksa petugas untuk menarik beberapa mahasiswa keluar dari barisan aksi untuk diamankan.

Dalam orasinya, satu persatu menyampaikan aspirasinya yang mengkritisi soal kinerja anggota dewan bahkan sempat mengkritik juga soal visi misi Kuningan Mandiri Agamis Sejahtera (MAS). “DPRD sebagai wakil rakyat harus menjunjung tinggi kode etik anggota dewan, dan menjadi suri tauladan yang baik bukan menyalahgunakan wewenang,” tegas Ketua IMM Kuningan Eka Hamdanu.

“Kita menyuarakan aspirasi rakyat. Jadi teman-teman jangan sampai terprovokasi. Gerakan kita murni dari rakyat, penyambungnya dari mahasiswa. Saya yakin bapak juga menginginkan keadilan, bapak menginginkan kejujuran dan kebenaran,” koar salah seorang mahasiswa Deni.

Ditengah kericuhan itu, salah satu pot bunga berukuran cukup besar yang dipajang didepan gedung rakyat juga terkena imbas aksi para demonstran. Akibatnya, pot bunga berukuran jumbo itu rusak terbelah menjadi beberapa keping.

Setelah dimediasi, puluhan mahasiswa itu akhirnya diterima oleh anggota DPRD Kuningan untuk melakukan audesi di ruang rapat paripurna DPRD. Mereka diterima pimpinan DPRD seperti Toto Suharto dari Fraksi PAN, Kokom Komariyah dari Fraksi PKS dan wakil rakyat lainya yakni Dede Ismail dan Herawati dari Fraksi Gerindra Persatuan serta Badriyanto dari Fraksi Golkar. (AND)


Fishing