Kuningan Terkini - Buntut dari resahnya para pedagang ternak kambing khususnya di wilayah Kecamatan Kuningan yang kerap berpindah-pindah lokasi pasar jual-beli kambing, membuat ratusan pedagang kembali turun ke jalan.
Ratusan massa itu mendatangi kantor DPRD Kuningan, Kamis (26/11/2015), untuk mendesak kepada pemerintah daerah agar segera menyediakan lahan pembangunan pasar kambing.
Ratusan massa yang didominasi para pedagang kambing diterima baik Ketua DPRD, Rana Suparman SSos dan Ketua Komisi II DPRD, H Dede Ismail SIP untuk melakukan dialog di ruang Banmus yang berada di lantai 2 gedung rakyat itu.
Masih sama seperti yang telah disampaikan pedagang beberapa waktu lalu, saat ini pasar kambing di Kelurahan Awirarangan yang mayoritas dihuni para pedagang kambing, hanya berstatus ngontrak dan akan habis masa kontraknya pada Januari 2016 mendatang.
“Kami sudah menyampaikan sebelumnya bahwa kedatangan kami ke DPRD untuk meminta agar kami diperhatikan oleh pemerintah. Kami ini warga Kuningan dari kalangan pedagang kambing. Untuk kami berdagang, kan harus punya lahan untuk dijadikan pasar. Sekarang kami masih ngontrak di Awirarangan dengan harga Rp 20 juta pertahun, itu juga dari rereongan kami. Masa kontraknya sudah mau habis,” keluh perwakilan pedagang kambing, Ahyono.
Pihaknya menjelaskan, Pasar Kambing di Kuningan sebenarnya sangat ramai, karena banyak juga pembeli yang berdatangan dari luar daerah diantaranya dari Cirebon, Majalengka dan Indramayu. Bahkan jika sedang dalam kondisi ramai pembeli, dari Jakarta pun banyak yang membeli kambing ke Kuningan.
Sementara Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman SSos kepada awak media mengungkapkan bahwa, kedatangan ratusan pedagang kambing ke gedung dewan memang untuk meminta perhatian Pemkab untuk memfasilitasi lahan yang akan dijadikan pasar kambing permanen dengan status tidak ngontrak.
“Tadi kami kedatangan sekitar 120 pedagang kambing. Mereka ini menganggap tidak diperhatikan pemerintah daerah sehingga aktivitas berdagang mereka nomaden. Mereka berharap pemerintah hadir ditengah kegamangan mereka ketika tidak mempunyai pasar hewan. Ternyata pasar hewan ini dulu-dulu itu ramai pembeli sampai ada yang dari luar Kuningan. Sekarang ternyata tidak seramai dulu karena tidak mempunyai pasar yang jelas,” bebernya.
Menurutnya, jika Kuningan memiliki pasar ternak yang baik, sudah dipastikan daya magnet pembeli yang cukup tinggi. Pihaknya pun sudah merekomendasikan hal itu agar Pemda segera membuat kebijakan agar bagaimana menciptakan daya beli masyarakat terhadap pasar hewan itu kembali tinggi seperti sebelumnya.
“Kalau mau nyewa ya nyewa dulu, tapi harus ada keputusan apakah pemerintah bisa menyediakan lahan atau tidak untuk dijadikan pasar ternak tersebut. Untuk tempat, nanti kita bisa berkomunikasi dengan para pedagang, dengan pemerintah daerah bagaimana baiknya. Yang jelas, kami akan segera mengundang seluruh pihak untuk mengatasi ini setelah pembahasan RAPBD 2016 ini selesai,” pungkasnya. (AND)