Kuningan Terkini - Politisi asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kuningan, H Dede Ismail SIP MSI menilai, Pilkada tak langsung lebih ketat dan selektif. Bahkan, Dede optimis dengan adanya pemilihan kepala daerah melalui DPRD akan lebih dinamis dan menghasilkan kepala daerah berkualitas.
“Saya kira, dengan pilkada tak langsung bisa dicarikan solusi dari kekurangan-kekurangannya. Seperti kekhawatiran gratifikasi, nanti tiap sudut gedung dewan bisa dipasang CCTV. Bahkan bisa pula dipasang alat penyadap untuk mengindentifikasi dengan gratifikasi,” ucap Dede saat ditemui KaTer, Minggu (21/9/2014).
Menurutnya, apabila pelaksanaan Pilkada dilakukan di satu titik maka tidak menutup kemungkinan sorotan publik lebih terfokus ke gedung DPRD untuk mengawasi jalannya proses Pilkada. Rakyat secara langsung bisa memantau dengan dipasangnya alat CCTV di setiap sudut untuk memonitor semua anggota dewan.
“Saya kira, lahirnya RUU Pilkada ini merupakan imbas dari ketidakpercayaan rakyat terhadap penyelenggara pemilu. Tak heran jika KPU dan Panwaslu harus diisi oleh orang-orang profesional dan kredibel,” sindirnya.
Ia juga menuturkan, walaupun RUU Pilkada sampai disahkan, tapi tidak membuat KPU sampai dibubarkan. Karena, nanti KPU masih bisa menjalankan tugasnya di even Pilpres dan Pileg. "Tapi perlu diingat, tetap harus menggunakan orang-orang dengan SDM yang profesional agar tidak mengundang reaksi untuk melakukan gugatan ke MK," ucapnya.(AND)