• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab28032020

Last updateJum, 27 Mar 2020 9pm

BJB

Parlementaria

Kunker Anggota DPRD Kuningan ke Bali & Medan Dipertanyakan

Sujarwo alias Mang Ewo

Kuningan Terkini - Kunjungan kerja seluruh anggota dan pimpinan DPRD Kuningan ke luar pulau, yakni Bali dan Medan mengundang sejumlah pertanyaan dari berbagai masyarakat Kuningan, tidak terkecuali dari Pemerhati Kebijakan Kuningan, Sujarwo yang akrab disapa Mang Ewo.

Menururt Mang Ewo, kendati keberangkatan seluruh anggota dan pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan ke luar Pulau (Bali dan Medan) sudah tercantum dalam Renja (Rencana Kerja) DPRDt serta mata anggaranya sudah terpampang dalam APBD 2020 hasil pembahasan Legislatif dan Eksekutif, tidak berlebihan jika memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terutama menyangkut hasil dari Kunker tersebut.

“Siapapun akan bertanya, apakah hasil kunker yang telah menghamburkan biaya tidak sedikit itu, dapat diterapkan di Kabupaten yang saat ini mendusuki Peringkat ke 2 Kabupaten Termiskin di Jawa Barat?,” kata Mang Ewo setengah bertanya, Rabu (26/02/2020).

Masyarakat kata Mang Ewo, sudah terlalu sering mendengar berbagai kegiatan kunker para Wakil Rakyat Yang Terhormat tersebut ke berbagai kota, baik yang ada di Pulau Jawa maupun yang lintas pulau, tapi belum pernah terdengar penerapan hasil kunker dan berdampak positif bagi Kabupaten Kuningan.

“Dikhawatirkan daerah yang menjadi tujuan Kunker, memiliki karakter yang jauh berbeda dengan Kuningan, sehingga hasil kunker menjadi sia-sia dan hanya menghasilkan setumpuk hasil selfi para Wakil Rakyat,” siindirnya.

Lebih jauh Mang Ewo mengatakan, selain mempertanyakan penerapan hasil kunker yg tidak pernah 'terdengar', keberangkatan mereka ke Bali dan Medan memunculkan kesan kurangnya rasa empati anggota Legislatif terhadap berbagai persoalan yang ada di daerahnya. Seperti terkatung-katungnya penyelesaian terkait masyarakat yang terdampak pembangunan waduk Cileuweun.

“Misalnya, persoalan yang muncul di Desa Paniis, maupun banyaknya infrastruktur, terutama jalan yang saat ini perlu mendapat perhatian karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh