• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sab20072019

Last updateJum, 19 Jul 2019 3pm

 

Ketiga atlet tersebut Mutia Azzela kategori senior mengikuti prakualfikasi PON. Sedangkan junior, Anita Utami dan Paris setelah meraih prestasi diajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jabar yang dilaksanakan 25-30 April di Kabupaten Kuningan.

Mutia Azzela (16) mengikuti tiga nomor dalam babak kualifikasi PON yakni Cang Quan (jurus tangan kosong), Daoshu (golok) dan Gunsu (Toya). Ketiga jurus tersebut hanya diloloskan dua yakni Daoshu dan Gunsu. Cang quan tidak diloloskan dikarenakan ada dua atlet Jabar yang lolos PON.

Hal itu dikarenakan aturan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) membuat aturan bahwa apabila ada dua atlet satu daerah lolos kualfikasi maka salah seorang harus mundur. Sebab kuota di PON hanya diperbolehkan lima daerah dan diwakili satu atlet.

Atas ketentuan itu, Mutia memberikan kuotanya pada atlet Kota Bogor. Namun dua nomor lainnya dinyatakan lolos sempurna. Hal ini cukup memberikan angin segar bagi Jawa Barat karena setiap nomor pertandingan ada atletnya. Demikian rankuman pembicaraan dengan Official Wushu Kuningan, n.ding masku.

“Mutia memang digadang-gadang sebagai pengganti seniornya yang hendak pensiun seperti Monica. Hal itu dibuktikan di Kejurnas dan meloloskan dirinya dari BK PON. Lawan tangguhnya Felda Elvira dari Jawa Timur, ia peraih medali perak Asian Games Jakarta. Dan kemungkinan Mutia jadi pelapis di Sea Games 2020 di Manila, dengan catatan prestasinya dipertahankan,” tutur N.Ding, Jum’at (28/06/2019).

Hasil ini, sambungnya, akan memberikan dampak positif bagi wushu Kab. Kuningan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke XIV di Bandung Tahun 2021. Meski tidak berniat jumawa, ada harapan emas wushu di Porda dengan sempurna. Dengan catatan perhatian KONI di pengurus yang baru lebih baik dari sebelumnya.

Selain mengandalkan Mutia, masih katanya, pemain junior pun sudah menunjukan taringnya di tingkat nasional dengan meraih medali perak atas nama Anita Utami Pratiwi. Ini memberikan sinyal bagus dan kemungkinan dalam Porda akan ditarget medali emas.

Masih ada beberapa tahun di muka untuk memperbaiki kelemahan yang ada. “Kenapa kita bericara Porda dari hasil Kejurnas. Kejurnas memberikan gambaran bahwa peta medali emas Porda ditentukan sekarang. Di Jabar bisa dikalkukasi, siapa terbaik dan siapa yang menjadi ancaman dan hilangnya medali. Kita sudah menghitung ke sana. Jadi antisipasi harus ditentukan dari sekarang. Agar persiapan lebih baik dari Porda sebelumnya,” pungkasnya.(Masku)

Add comment


Security code
Refresh