• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Min08122019

Last updateMin, 08 Des 2019 10pm

BJB

Kesehatan

Perlu Bantuan, Tety 12 Tahun Lumpuh

Perlu Bantuan, Tety 12 Tahun Lumpuh

Kuningan Terkini - Tety Darmianti, warga Dusun Opat Desa Ciporang, Kecamatan Maleber yang mengalami sakit kelainan tulang selama 12 tahun, akhirnya dilarikan ke RSUD 45 karena kondisinya terus memburuk. Hampir sepekan mendapat perawatan intensif, Tety harus menjalani operasi pada selasa (05/11/2019). Selama ini ,Tety dirawat oleh Rumiati kakak iparnya karena kedua orang tua sudah meninggal, uluran tangan para donatur membantu meringankan kebutuhan harian keluarga ini.

"Awalnya dia merasa sakit di sekitar kaki di usia 20 tahun, dan tak kunjung sembuh. Kemudian lumpuh, selama 12 tahun, Tety hanya bisa menggerakan jari saja, tubuhnya pun tinggal kulit berbalut tulang dan kakinya keluar cairan," ungkap Rumiati usai operasi Tety di RSUD 45.

Terkait biaya perawatan dan operasi lanjut Rumiati, mendapat bantuan Jamkesda setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Kecamatan. Derita Tety mendapat perhatian serius dari Sri Laelasari, Anggota DPRD Kuningan dari Gerindra. Sri ternyata telah memantau perkembangan Tety sejak 2017 silam. Kala itu Sri dan Komunitas Sosial Rampak Polah membantu Tety dan mencarikan donatur untuk biaya pengobatan.

"Saya mengenal Tety sejak 2017, di Kuningan ini masih ada yang menderita sakit seperti Tety, memerlukan bantuan. Selain bantuan warga, hal seperti ini merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk memaksimalkan bantuan secara tepat sasaran," ujar Sri.

Selain ajakan membantu kebutuhan sehari-hari dan meningkatan kesejahteraan penderita sakit dari kalangan tidak mampu, Sri juga memperhatikan bantuan serupa harus diterima bagi perawat sukarela seperti Rumiati. "Semoga pemerintah peduli dengan penderitaan warganya. Sebagai bahan kajian, alangkah bainya jika ada semacam rumah singgah bagi orang yang tidak mampu dan menderita sakit parah, karena dari temuan di lapangan, terkadang rumah tinggalnya pun sudah tidak layak," jelasnya.

Setelah mengunjungi rumah Tety beberapa kali, Sri menemukan kamarnya dalam keadaan lembab, kurang ventilasi dan atap yang hampir ambruk. Kondisi ini secara psikologis juga berpengaruh kepada yang sakit. "Ada beberapa jalan keluar selain bantuan kebutuhan, yakni membuat rumah singgah untuk kalangan tidak mampu, atau membantu merenovasi kamar penderita sakit supaya layak," tegas Sri.

Menurutnya, masukan seperti ini harus sampaikan kepada Bupati sebagai eksekutif, dan perihal rumah singgah akan diajukan melalui sidang di gedung perwakilan rakyat. "Jika sudah seperti ini, dimana warga kuningan yang membutuhkan harus segera ditolong, ini sudah menjadi tugas bersama. Relawan dari masyarakat yang peduli dan pihak pemerintah. Tanggungjawab bersama, membantu sesama," pungkasnya. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh