• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam20022020

Last updateKam, 20 Feb 2020 10am

BJB

Aneka

Mayat Hulang Saat Kuburan Dibongkar (Bag 1)

Abun Burhanudin

Cerbung bagian 1 - Oleh Abun Burhanudin

Nita yang sedang mengandung 8 bulan anak keduanya, tiba-tiba terpeleset jatuh saat di kamar mandi. Diapun segera dibawa ke rumah sakit. Dokter bilang, Nita mengalami pecah ketuban dan harus segera dioprasi. Nita segera dioprasi. Bayinya diangkat. Ternyata bayinya perempuan. Sayangnya, bayi kedua Nita ini cacat. Kedua matanya buta. Tahu hal itu, Nita merasa kesal. Jangankan mau menyusuinya.

Melihat bayi nyapun nggak mau. Sofyan saat itu masih bisa memaklumi keadaan Nita. Terpaksa bayi keduanya yang diberi nama Rianti itu dirawat oleh Mamunah, yang saat itu kondisinya kurang begitu sehat. Ternyata sikap Nita yang tidak suka dengan kelahiran Rianti, terus berlanjut. Meskipun sudah berumur beberapa bulan, dia tetep tidak mau mengurusnya. Yang dia perhatikan cuman Yuda, anaknya pertamanya, yang udah berumur 3th.

Sementara Rianti yang sering menangis karena pengen netek, tidak pernah dia pedulikan. Di pihak lain, kondisi Maemunah yang selalu sakit sakitan, sudah tidak mampu untuk mengurus Rianti. Gara gara itu antara Sofyan dan Nita jadi sering terjadi percekcokan. Ironisnya, Nita malah menuduh kebutaan Rianti itu gara gara faktor keturunan bawaan dari keluarga Sofyan.

Tentu saja membuat Sofyan makin tambah kesal. Sampe usia Rianti 8 th, dan Yuda 10 th, sikap Nita kepada Rianti tetep tidak berubah. Bahkan lebih parah lagi. Meski kondisinya buta, Rianti selalu disuruh ini itu, mulai nyuci piring, ngepel, sampe pekerjaan rumah lainnya. Kalo ada kesalahan sedikit aja, misalnya gak sengaja mecahin piring, atau gelas, dia langsung dihukum, dikurung di kamar mandi, dan gak dikasih makan seharian.

Maemunah yang melihat kejadian itu tidak bisa berbuat banyak. Selain kondisinya yang tidak sehat, dia juga selalu kena sasaran kemarahan Nita kalo berani membela Rianti. Sementara Sofyan yang selalu sibik dengan tokonya, jarang mengetahui kejadian itu. Ternyata bukan cuman Nita saja yang membenci Rianti. Yuda juga sama, dia sengaja sering ngerjain Rianti supaya dimarahin sama Mama nya.

Hal ini gara gara Yuda malu karena sering diejek teman temannya punya adik yang cacat. Parahnya, meskipun Nita tahu Rianti tidak bersalah, tapi tetap saja Yuda yang dibela. Sementara Rianti justru yang malah dihukum. Suatu ketika, Rianti sakit panas. Nita tetep menyuruhnya bekerja, ngepel lantai, dan cuci piring. Karena kepalanya pusing, Riantipun sampe terjatuh. Tapi bukannya diobatin, malah diomelin dianggap manja.

Saat Sofyan pulang, tentu saja dia merasa kaget. Merekapun jadinya bertengkar. Tapi Nita malah bilang, mendingan Rianti mati sekalian, agar dia nggak menanggung malu dicemooh sama orang orang. Sofyan bener bener kesal. Kalo saja dia tidak ingat sama anak anaknya, hampir saja dia menceraikan Nita. Persoalan rumah tangga mereka semakin bertambah parah. Suatu ketika, toko Sofyan habis digasak rampok. Sofyan terpaksa harus pinjam uang ke mana mana untuk memulai kembali usahanya.

Tapi yang ada malah dia bangkrut. Sofyan terlibat hutang di mana mana. Sampe sampe rumahnyapun disita sama rentenir. Sejak saat itu, mereka terpaksa tinggal di rumah kontrakan. Ironisnya, Nita malah menganggap semua ini sebuah kesialan bawaan Rianti. Akibatnya, Rianti pun semakin dibenci. Parahnya lagi dalam keadaan ini Sofyan malah meninggal akibat serangan jantung.

Tentu saja Rianti benar benar sedih karena satu satunya orang yang menyayangi dan melindunginya sudah tiada. Sedangkan Maemunah, neneknya, tidak bisa berbuat banyak. Dia cuman bisa sedih setiap kali melihat Rianti diperlakukan kejam sama Nita. Sebab kalo berani nasehatin, dia selalu diancam akan diusir oleh Nita. Kematian Sofyan membuat Nita benar benar strees. Sejak saat itu, beban hidupnya terasa benar benar terasa berat. Belum harus nyari buat makan sehari hari, ditambah lagi buat bayar kontrakan rumah, dan lain lain.

Akibatnya, Rianti semakin jadi pelampiasan kemarahan Nita. Tapi tiba-tiba Nita malah punya ide untuk memanfaatkan keadaan Rianti yang cacat. Tiap hari bocah itu dibawa ke pasar, disuruh ngemis. Semua uang hasil ngemisnya dirampas, dipake buat biaya hidup. Lebihnya dipake untuk poya poya. Suatu ketika, Nita berkenalan dengan Tholib, duda kaya raya, pemilik toko emas, dan tidak punya anak. Tholib tertarik dengan kecantikan Nita. Sebaliknya, Nita yang berharap warisan kekayaan Tholib langsung aja menerimanya.

Malu punya anak cacat, Nita cuman mengaku punya anak satu. Karena takut ketahuan bohongnya, Nita pun sampe nekat membuang Rianti di sebuah tempat. Rianti sedih, gak tahu jala pulang. Akhirnya dia tidur di sembarang tempat. Rianti jatuh sakit akhirnya meninggal dipinggir jalan. Jenazahnya dikuburkan oleh para warga yang Menemukannya. Di pihak lain, Nita akhirnya menikah dengan Tholib. Sejak itu dia tinggal di rumah Tholib yang mewah. Yuda dibawa. Merekapun sekarang jadi senang, hidup serba ada. Tapi gak pernah sekalipun baik Nita maupun Yuda teringat sama Rianti.

Bersambung...

Add comment


Security code
Refresh