Kuningan (KaTer) - Jajaran Polres Kuningan saat ini tengah mempersempit daerah pelarian terhadap enam tahanan Polres Ciamis yang kabur dari ruang tahanan Mapolres Ciamis belum lama ini. Kapolres Kuningan, AKBP Harry Kurniawan dengan sigap menginstruksikan kepada seluruh anggota kepolisian di wilayah Kuningan untuk memperketat pengawasan di titik jalur perbatasan kabupaten.
“Saya instruksikan kepada seluruh anggota kepolisian di Kuningan untuk memperketat pengawasan di titik jalur perbatasan. Khususnya wilayah Kuningan bagian selatan yang berbatasan langsung dengan Ciamis. Laporan sudah kami terima dari Polda Jabar dan Polres Ciamis terkait kaburnya narapidana dari ruang tahanan Polres Ciamis,” kata Harry kepada KaTer, Kamis (8/5/2014).
Guna antisipasi dan melakukan pengejaran sambung Harry, seluruh jajaran kepolisian memperketat penjagaan, hal ini dilakukan agar para tahanan bisa dibekuk kembali apabila memasuki wilayah Kuningan. Petugas juga di siagakan dengan melakukan patroli dan razia di jalan raya apabila ada hal yang mencurigakan.
“Setiap identitas para tahanan yang kabur sudah kita kantongi. Seperti foto dan ciri-ciri dari setiap tahanan sudah ada untuk memudahkan pencarian. Semua data yang ada sudah disebar ke setiap polsek di seluruh penjuru Kuningan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Polres Kuningan sambung Harry , para tahanan kabur dari ruang tahanan Polres Ciamis hari Selasa (6/5/2014) sekira pukul 04.30 WIB. Napi berhasil kabur dengan cara menjebol langit-langit WC dan ruang tahanan. Narapidana yang berhasil kabur itu masing-masing bernama Hendrik, Dani Ramdani, Ato Rosdian dan Ridwan berasal dari Ciamis. Sedangkan yang lainnya yakni Tata Taufik dan Imam asal warga Kabupaten Bandung dan Sukabumi.
“Kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kuningan untuk bekerjasama. Jika ada orang-orang yang mencurigakan segera lapor kepada pihak berwajib. Hal itu untuk menjaga kemananan dan kondusifitas lingkungan Kuningan bersama-sama.(AND)