Hukum

Pabrik Kripik Terbakar, Satu Luka Berat

Kondisi pabrik kripik setelah terbakar.

Kuningan (KaTer) - Sebuah rumah industri kripik pisang milik Asep Herdies, warga Dusun Wage RT.10 RW.04 Desa Pagundan Lebakwangi Kuningan terbakar, Senin (7/4/2014). Diduga, kebakaran terjadi akibat selang penghubung gas ke kompor yang menyala lepas karena kurang kencang waktu memasangnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh KaTer, siang itu produksi kripik pisang sedang berlangsung oleh tiga karyawan. Namun, tiba - tiba selang penghubung gas ke kompor lepas karena kurang kencang waktu memasangnya. Akibatnya, api menyambar gas yang keluar melalui selang atau tabung gas, sehingga salah seorang karyawan bernama Beben (25) warga Kabupaten Majalengka, tubuhnya terbakar.

"Waktu itu terdengar ledakan keras dari pabrik kripik, ada api membakar bagian belakang bangunan," kata warga setempat, Mansur.

Agar api tidak merembet ke rumah yang berdekatan kata Mansur, sejumlah warga bergotong royong memadamkan api. Disisi lain, pekerja yang terbakar langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan.

“Karena lukanya cukuip parah, akhirnya korban yang terbakar dirujuk ke RS Wijaya Kusumah,” terangnya.

Terpisah, kepala Badan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Agus Mauludin mengatakan, warga diminta tetap waspada akan segala bencana alam yang datang secara tiba - tiba.

"Musim hujan memang Kuningan rawan bencana alam seperti longsor, akan tetapi bahaya kebakaran juga harus tetap diwaspadai, matikan tungku atau kompor jika setelah digunakan," pungkasnya.(AND)


Fishing