• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab03062020

Last updateRab, 03 Jun 2020 2pm

BJB

Hukum

Manager Blue Sky Polisikan Oknum DPMPTP Kuningan

Foto ilustrasi

Kuningan Terkinii - Tempat hiburan karaoke family Blue Sky yang ditutup paksa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kuningan beberapa waktu lalu, berbuntut panjang. Pasalnya, manager karaoke Blue Sky, Rendy mengadukan oknum DPMPTP Kuningan ke Polisi karena merasa dirugikan.

“Kami sudah menempuh semua prosedur perizinan tahun 2018. Kami hanya diberikan surat pengantar yang kami kira surat rekomendasi izin lengkap. Kami percaya saja, karena sudah ada tanda tangan dan stempel serta blangko lengkap dari DPMPTP. Surat pengantar itupun kami ambil dari kantor DPMPTP,” kata Rendy menjelaskan, Minggu (15/03/2020).

Bahkan kata Rendy, pihaknya sudah melunasi semua uang biaya administrasi perizinan yang totalnya 37 juta rupiah. Awalnya diberikan dulu uang sebesar 4 juta rupiah, selang beberapa waktu kemudian oknum DPMPTP meminta dilunasi dengan alasan untuk mengeluarkan IMB.

"Nah, sampai saat ini izin tersebut belum juga selesai. Kami tahu karena adanya pemberitaan dari beberapa media cetak dan online. Kami semakin kaget ketika tempat kami ditutup paksa Satpol PP. Hal inilah yang membuat kami terpaksa melaporkan oknum DPMPTP ke pihak kepolisian Polres Kuningan,” tandasnya.

Sementara, Kadis DPM PTSP, Drs. Agus Sadeli mengatakan, terkait adanya oknum DPMPTSP tersebut, Ia tidak tahu menahu. Malah, Ia juga kena imbasnya. Pada hari Jum’at kemarin, ada telepon yang mengatasnamakan dirinya meminta sejumlah uang kepada pihak Blue Sky Karaoke agar bisa terkondisikan lagi.

“Saya sangat bersyukur, pihak Blue Sky tidak langsung mengabulkan permintaan uang yang diminta oknum si penelepon yang mengatasnamakan saya. Karena, pihak pengelola Blue Sky menghubungi kami terlebih dahulu,” tutupnya.(Hans)

Add comment


Security code
Refresh