• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sel15102019

Last updateSel, 15 Okt 2019 5pm

Ekonomi

Lontong Sayur Kari Sapi Hadir Di Kuningan

Lontong Sayur Kari Sapi

Kuningan Terkini - Malang melintang di dunia perbankan di kota Kuda selama 18 tahun, membuat Miftah Farid, S.Sos tergerak untuk terjun ke dunia enterpreneur. Berbekal kegemarannya dengan kuliner tanah air, pria yang akrab disapa 'Abah Iip' ini ternyata piawai dalam olahan kuliner Lontong Sayur Kari Sapi.

Beralamat di Jalan Djuanda atau seberang SMK Yamsik Kuningan, kedainya setiap hari ramai dikunjungi pelanggan. Para pembeli mengaku senang dengan kehadiran makanan yang satu ini, karena selain harganya terjangkau untuk urusan rasa tak perlu diragukan lagi.

"Awalnya dulu saat saya menjadi pegawai di Bank Swasta suka sekali dengan kuliner Kuningan dan luar kota. Lontong Sayur Kari Sapi ini yang pertama di Kuningan," jelas Abah Iip pria kelahiran Kuningan 44 tahun silam. Makanan bergizi tinggi buatannya ini dihadirkan dengan beragam pilihan yakni kari sapi dan iga sapi.

Menurut abah Iip, pelanggan yang datang ke kedainya berasal dari semua usia. Untuk pelajar sekolah dan komunitas ojek online misalnya, disediakan paket hemat mulai 10 ribu saja. Minatnya yang terpendam selama belasan tahun untuk berwirausaha ini tumbuh berkat dorongan kerabatnya yang juga tokoh Kuningan, Yakni Haji Andi Budiman dan Haji Ikhsan. Sambil berkaca-kaca menahan haru Abah Iip menceritakan kedua tokoh inilah yang selalu memotivasi dirinya dalam berusaha menciptakan makanan yang khas, selepas resign dari pejabat Bank.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Haji Andi dan Haji Ikhsan atas motivasi dan dukunganya selama ini," ungkap ayah 3 anak ini penuh haru. Akhirnya, kehadiran Lontong Sayur Kari Sapi buatan Abah Iip, kini menjadi salahsatu makanan yang melengkapi jagat Kuliner Kuningan, dirinya pun berupaya untuk memperluas kedainya di Jalan Djuanda dan berinovasi dengan makanan lainnya. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh