Ekonomi

Musim Hujan, Harga Sayuran Masih Stabil

Harga Sayuran Masih Stabil

Kuningan (KaTer) - Harga bahan kebutuhan pokok dan sayuran pada Rabu kedua bulan Januari 2014 ini masih cenderung stabil, Rabu (12/2/2014). Cuaca yang masih kerap dilanda hujan, biasanya merugikan petani sayuran namun kini tidak terjadi lagi. Dalam sepekan terakhir, harga cabe hijau semula dari Rp20.000/kg naik menjadi Rp25.000/kg, dan sekarang turun kembali menjadi Rp20.000/kg.

Menurut Kabid Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Ocin, SE, harga sayuran selama satu pekan tidak mengalami perubahan signifikan. Dari fluktuasi perbandingan harga per 3 Februari hingga 10 Februari, hanya ada beberapa komoditas sayuran yang naik turun.

“Kenaikan lebih tajam terjadi pada cabe rawit semula Rp30.000/kg naik menjadi Rp40.000/kg tetapi kemudian turun kembali diharga Rp30.000/kg. Disisi lain, harga bawang putih sempat turun dari Rp20.000/kg menjadi Rp15.000/kg tetapi kembali naik Rp20.000/kg. Begitu harga tomat sempat turun dari Rp8000/kg menjadi Rp6000/kg tetapi kembali naik Rp8000/kg,” paparnya.

Kenaikan harga kata Ocin, hingga kini hanya terjadi pada harga cabe merah dari Rp35.000/kg menjadi Rp40.000/kg. Adapun harga komoditas sayuran lain, betul-betul stabil. Misal bawang merah tetap diposisi Rp20.000/kg, kacang tanah Rp17.000/kg, kacang kedelai Rp12.000/kg, kentang Rp10.000/kg, wortel Rp7000/kg, kubis Rp5000/kg, dan buncis Rp5000/kg.

“Stabilnya harga juga dialami komoditas sembako lain. Seperti beras IR 4 Rp8.500/kg, pandan wangi Rp9000/kg, gulas pasir lokal Rp11.500/kg, gula merah Rp10.000/kg, terigu Rp6.500/kg, daging sapi Rp95.000/kg, daging kambing Rp90.000/kg, daging ayam Rp30.000/kg, telur ayam Rp18.000/kg, telur bebek Rp3000/kg,” terangnya.

Kondisi cuaca saat ini sambung Ocin, tidak berpengaruh terhadap harga sembako maupun harga sayuran. Justru saat ada penurunan harga, berarti pasokan banyak dan lancar. Kenaikan terjadi, diprediksikan karena jalan-jalan sebagai jembatan transportasi banyak yang rusak akibat musim hujan. Banjir juga banyak terjadi di berbagai daerah. Sehingga menimbulkan kemacetan, hingga hambatan terputusnya jalur transfortasi.

“Tapi kondisi itu tidak berlangsung lama. Ketika kerusakan jalur transfortasi bisa ditembus hingga kembal lancar, pasokan jadi kembali lancar. Sehingga harga kembali normal,” katanya.(AND)


Fishing