Kuningan Terkini - Banyaknya ikan yang mati di Waduk Darma Kabupaten Kuningan yang disebabkan oleh cuaca ekstem, Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan menghimbau kepada para petani ikan waspada
Kepala Distanakan Ir Hj Triastami, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (01/02/2015) mengatakan, untuk menjaga ikan agar tidak mengalami kematian yang lebih banyak lagi, ia meminta kepada petani ikan untuk memperhatikan antara jarak jaring apung agar ada udara yang masuk. Pemberian pakan ikan juga tidak boleh berlebihan.
“Sebenarnya mereka sudah diperingatkan oleh kami untuk mengantisipasi datangnya musim hujan,” terangnya.
Kepala Seksi Perikanan Deni Rianto menambahkan, informasi terakhir yang didapat oleh Distanakan Kuningan, ada sekitar 56 ton ikan yang mati di tiga lokasi, yani di Desa Paninggalan, Ciapsung dan Jagara. Di waduk darma sendiri ada sekitar 2000 petak jaring apung dari 235 petani ikan.
Menurutnya, selama waduk darma belum terjadi pengerukan, maka akan terus terjadi up weelling, yang merupakan proses yang normal akan terjadi di waduk saat turun hujan berhari-hari.
“Ada perputaran air atas dan air bawah yang berbeda tekanan. Air bawah yang berputar ke atas akan membawa beberapa limbah kimia. Kejadian ini akan terus berlanjut setiap tahun” jelas Deni.
Solusi untuk petani ikan atas kejadian tersebut, diantaranya dengan melakukan mekanisasi melalui pompa air, evakuasi ikan, jaring dilepas jangkarnya dan pengurangan pakan.
“Dilepas jangkarnya itu dimaksudkan agar ikan bisa bebas mencari udara kemana-mana, dan jika pakan berlebihan sementara udara tidak ada maka ikan tidak akan bisa bernapas sehingga bisa dilakukan dengan pengurangan pakan atau dipuasakan,” ujar Deni. (l.hakim)