Ekonomi

Pengusaha Tape Ketan Kebanjiran Order

Salah satu toko diwilayah Kuningan ramai pembeli.

Kuningan Terkini - Mendekati Hari Raya Idul Fitri, sejumlah pengusaha pengusaha pembuatan kripik gemlong dan tape ketan di Kuningan kebanjiran order. Pasalnya, menjelang hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, pesanan yang diminta para pembeli meningkat hingga mencapai 100 persen.

Untuk memenuhi pesanan, biasanya para pengusaha kripik gemblong dan tape ketan harus menambah bahan baku dan pekerja dari hari biasanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Bahkan, para pengusaha kripik gemlong dan tape ketan di Kuningan kewalahan untuk memenuhi pesanan.

Saat ini, pengusaha kripik gemblong yang berada di desa Padarek Kecamatan Karamatmulya, jika hari biasa hanya membuat dua kwintal perharinya kini hingga lima kwintal lebih perharinya. Sementara untuk pengusaha tape ketan, pada hari biasa hanya 50 kilo saja, kini bisa mencapai satu kwintal ketan.

Untuk mengantisipasi banyaknya pesanan, para pengusaha kripik gemblong di desa Padarek Kramatmulya dan tape ketan di desa Cigugur Kuningan sudah menyiapkan puluhan kilo untuk di kirim ke pasar pasar.

“Selain dijual ke pasar, kripik gemblong dan tape ketan dijual hingga ke luar daerah seperti Cirebon, Bandung dan Jakarta,” ucap salah seorang pengusaha gemblong, Eni kepada KaTer, Rabu (8/7/2015).

Meski Hari Raya Idul Fitri masih belasan hari lagi, namun persiapan sudah di lakukan sejak sekarang. Karena, membuat kripik gemblong membutuhkan banyak proses. Selain itu, kapasitas produksinya cukup terbatas karena masih menggunakan alat manual.

“Dalam satu hari biasanya ya membuat kripik gemblong hanya 200 kilo bahkan lebih, tergantung pesanan,” katanya. Ditempat berbeda, pengusaha Tape Ketan, Sri Lestari menuturkan bahwa, kripik gemblong dan tape peyem asli warga Kuningan ini dijual hampir ke seluruh pasar serta toko swalayan yang berada di kabupaten Kuningan.

“Malahan ada yang sampai datang dari luar daerah,” singkatnya.(AND)


Fishing