Kuningan Terkini - Untuk memotivasi peternak dan lebih menggairahkan minat petani sapi khususnya untuk mengembangkan usaha ternak sapi perah berkualitas, Pemkab Kuningan melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Pertanian (Distanakan) Kuningan menggelar kontes sapi sekaligus festival dalam rangka Hari Krida Pertanian di lahan terbuka lapang Rangru Lebak Kardin Kelurahan Cijoho Kuningan, Rabu (27/5/2015).
“Kontes sapi ini sebagai upaya untuk menyediakan serta merintis bibit pengganti bagi induk-induk yang tidak produktif secara swadaya guna peningkatan daya saing produksi. Ini juga sebagai bentuk apresisasi pemerintah kepada para peternak maupun pembibit untuk menghasilkan bibit ternak yang unggul dan produktif,” ucap Kadistanakan Kuningan, Ir Hj Triastami saat ditemui KaTer di lokasi kontes sapi.
Untuk kriteria sendiri lanjut Tri sapaan akrabnya, ada kategori umur dari sapi perah yang dikonteskan diantaranya sapi perah betina umur 9-12 bulan dan umur 12-15 bulan.
“Jadi, kontes sapi dilakukan agar bisa merangsang peternak untuk meningkatkan minat beternak dengan baik. Selain itu, dapat memberikan penghargaan dan melakukan pembinaan terhadap peternak untuk beternak lebih baik nantinya,” katanya.
Menurutnya, sub sektor petenakan memegang peranan yang sangat strategis dalam pembangunan daerah maupun nasional. Komoditas peternakan adalah komoditas yang prospektif untuk dikembangkan di masa yang akan datang.
“Kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin tahunan. Dari hasil pemenang ternak akan menjadi utusan Pemkab Kuningan mengikuti kontes di tingkat provinsi Jawa Barat. Dewan juri kontes sapi perah dari Distanakan Kuningan, sedangkan para peserta dari kelompok ternak yang didominasi wilayah Cigugur, Cisantana, Setianegara dan lainnya dengan total sapi yang dilombakan mencapai 18 ekor,” sebutnya.
Untuk itu kata Tri, dalam kesempatan tersebut ia mengajak kepada seluruh masyarakat peternak di Kabupaten Kuningan untuk terus melanjutan pembangunan peternakan melalui berbagai cara. Diantaranya dengan peningkatan usaha diversivikasi, intensifikasi, dan ekstensifikasi ternak yang tentunya didukung oleh pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
”Wujud nyata pembangunan peternakan diarahkan untuk membangun sistem peternakan yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal, berdaya saing, berkelanjutan dan meningkatkan populasi ternak dan kesejahteraan ternak,” pungkasnya.(AND)