Ekonomi

Pemerintah Didesak Operasi Pasar

H Karyani

Kuningan Terkini - Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan segera melancarkan operasi pasar, untuk meredam kenaikan sejumlah kebutuhan pokok khususnya sembilan bahan pokok seperti harga beras yang terus membumbung tinggi.

“Kenaikan harga sembilan bahan pokok khususnya beras sudah di ambang batas kewajaran. Sudah saatnya Pemkab melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kuningan membantu masyarakat dengan menggelar operasi pasar yakni di seluruh titik sentral pasar tradisional yang ada di Kuningan,” kata anggota Komisi II DPRD Kuningan, H Karyani saat ditemui KaTer di gedung DPRD setempat, Kamis (26/2/2015).

Dari pantauannya kata Karyanii,  saat ini harga beras di pasaran sudah menembus angka di kisaran Rp 11.000 ribu/kilogram. Kondisi ini dipastikan akan berdampak besar, mengingat upah minimum regional (UMR) pekerja apalagi masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah kebawah di Kuningan masih jauh dari kehidupan hidup layak (KHL).

“Saya khawatir jika pemkab tidak segera menekan harga beras, situasi ini bisa dimanfaatkan para spekulan untuk memainkan harga salah satu komoditas bahan pokok masyarakat. Dalam kondisi seperti sekarang, pemerintah perlu menyediakan anggaran untuk membeli beras petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP),” ujarnya.

Dirinya juga mengaku, operasi pasar untuk solusi jangka panjang tidak memberikan efek apa-apa. Namun, intervensi pemerintah untuk menekan harga beras di pasaran saat ini sangat dibutuhkan masyarakat. “Operasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini harusnya tidak hanya diberlakukan di satu tempat. Pemerintah harus segera bertindak melakukan operasi pasar di seluruh pasar tradisional seperti di Pasar Ciawigebang, Darma, Luragung dan lainnya,” sebutnya.

Dikatakan, langkah tersebut memang sedikit efektif bukan hanya untuk menurunkan atau menertibkan harga, tetapi operasi pasar ini cenderung untuk meminimalisir penimbunan bahan pokok rumah tangga khususnya beras oleh para spekulan ‘nakal’. “Saya juga menduga ada penimbunan beras yang dilakukan para spekulan ‘nakal’, jika melihat harga beras yang kian melambung tinggi,” ujarnya.(AND)


Fishing