Kuningan Terkini - Pembangunan rumah pemotongan hewan (RPH) yang terletak di belakang pasar Ancaran nampaknya mulai rampung dikerjakan. Dalam pengerjaan bangunan tersebut mendapat bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan di Tahun 2014 sebesar Rp 500 Juta, dimaksudkan agar pengerjaan bangunan bisa selesai pada akhir tahun.
Kadis Distanakan Kuningan, Ir Bunbun Budhiyasa kepada KaTer menuturkan, (8/10/2014), untuk bantuan peralatan baik pisau potong maupun tali pengikat hewan sudah ada. Sehingga, setelah bangunan secara fisik sudah beres maka PRH tersebut bisa segera difungsikan.
“Untuk tahap awal, tentu ada ujicoba dulu setelah itu dibuka untuk umum,” tukasnya.
Dijelaskan, tahun ini pihaknya memang mendapat bantuan dari KPP yang disalurkan melaui Dinas Peternakan Jabar. Keinginannya, pembangunan RPH bisa rampung tahun ini. “RPH yang tengah kita bangun kapasitasnya bisa memotong sapi hingga 100 ekor. Untuk saat ini, lebih fokus ke sapi karena untuk kambing dilakukan di RPH mandiri atau dirumah masing-masing,” jelasnya.
Selain melayani penjual daging asal Kuningan kata Bunbun, RPH itu juga menerima pemotongan sapi dari luar kabupaten baik dari Majalengka, Cirebon, Brebes dan daerah lainya. Untuk Kuningan sendiri, saat ini dalam sehari sapi yang dipotong di RPH mandiri sekitar 30 ekor, sehingga masih ada ada sisa 70 ekor. Kuota tersebut bisa diisi oleh penjual daging dari luar daerah.
“Banyak keuntungan yang diperoleh dengan hadirnya RPH yang dibangun 2012 yakni keseragaman produk. Dengan dipotong di RPH daging yang dihasilkan menjadi HAUS alias Halal, Aman, Utuh, dan Sehat,” ujarnya.
Pihaknya juga menjamin, keberadaan rumah potong hewan tidak akan memberikan dampak polusi. Sebab, untuk penanggulangan limbah sudah diatur dengan membuat IPAL. Kemudian lembahnya pun akan dikelola menjadi pupuk melalui pihak lain.
“Perda sudah ada, tinggal menjalankan saja. Dengan semakin banyak yang datang tentu semakin besar pemasukan terhadap PAD,” pungkasnya.(AND)