Kuningan Terkini - Pedagang kulit hewan kurban dadakan mulai bermunculan di tepi jalan raya di sejumlah titik seperti di Jalan Raya Cilimus Kabupaten Kuningan. Paling tidak, ada dua pedagang yang telah membuka lapak.
“Sudah dua hari ini saya mulai menjual kulit kambing di tepi jalan. Saya membuka lapak di tepi jalan ini, karena dekat dengan rumah sehingga mudah mengawasinya,” ujar seorang penjual kulit kambing kurban, Firda kepada KaTer ketika ditemui di sela melayani calon pembeli, Selasa (7/10/2014).
Menurut dia, penjualan kulit kambing semacam itu telah dilakukannya berulang kali sejak beberapa tahun lalu. Biasanya, pejualan kulit memek kambing semacam itu dilakukan kira-kira tepat hari H Idul Adha sampai seminggu usai Lebaran.
“Untuk penjualan kulit kambing, saya menyetok 100 kulit kambing ataupun sapi. Rencananya, saya akan menambah dagangan untuk mengisi tempat penjualan di wilayah lain, seperti yang dilakukan setiap tahun,” katanya.
Dikatakan, membuka usaha penjualan kulit kambing lebih mudah dan banyak peluang dari segi pemasaran. Saat pemotongan kambing pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijah juga kerap berkeliling keluar masuk kampung untuk mencari kulit kambing yang bisa dibeli.
“Bisnis jual-beli kulit kambing merupakan bisnis dadakan dan menjanjikan keuntungan yang lumayan besar. Maka tidak heran, selain bandar juga banyak muncul bandar dadakan,” katanya.
Dia menuturkan, setiap tahun harga kulit selalu mengalami kenaikan. Biasanya, peningkatannya itu sekitar 20 persen. Khususnya untuk kulit kambing. Tahun lalu harganya cuma Rp 40 ribu kini menjadi Rp 50 ribu.(AND)