Kuningan Terkini - Menghadapi perayaan Idul Adha 1435 H, harga hewan qurban mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Harga hewan kuban jenis kambing saat ini mengalami kenaikan harga antara 20 hingga 40 persen dari harga biasanya.
“Harga jual kambing tahun ini memang lebih mahal dari tahun sebelumnya. Untuk satu ekor kambing layak kurban saja harganya bisa mencapai Rp 2 juta,“ ucap salah seorang peternak kambing, Adang Ramlan kepada KaTer, Minggu (28/9/2014).
Walaupun harga kambing mengalami kenaikan, Adang dan peternak kambing lainnya tetap bersemangat untuk memelihara kambing sebagai salah satu mata pencaharian mencari nafkah keluarga. Dirinya masih tetap mempertahankan profesi sebagai peternak dan melakukan aktivitas mengembangbiakan kambing seperti biasanya.
“Kalau untuk laku atau tidaknya kambing yang kami jual, kan itu resiko kami sebagai peternak sekaligus penjual kambing,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga kambing ini, sebetulnya bisa berimbas terhadap harga sapi pedaging maupun sapi perah di Kuningan. Karena, para peternak kambing dan sapi juga sedikit direpotkan oleh cuaca kemarau yang tengah melanda.
“Kenaikan harga jual hewan kurban ini, salah satunya karena pakan ternak yang sulit didapatkan seperti rumput segar. Nah karena kemarau yang berkepanjangan, persedian rumput juga semakin menipis dan para peternak sapi juga menggantungkan pakan ternaknya pada rumput segar yang saat ini sulit didapat, sehingga mempengaruhi harga jual sapi,” jelasnya.
Dikatakan, sebagai alternatif pakan ternak, Ia mengganti pakan kambing dengan jenis umbi-umbian atau sejenis pakan konsentrat pedaging yang sebelumnya mendapat campuran dari sisa pembuatan tahu yang diaduk dengan dedak.
“Alhamdulillah, untuk dedaunan dan rumput segar memang masih bisa dicari, meski harus pergi ke desa daerah lain. Sebab, jika kebutuhan pakan untuk hewan ternak tidak terpenuhi. Maka, akan berdampak terhadap postur dan bobot hewan ternak buat kurban,” pungkasnya.(AND)