Ekonomi

Ramadhan, Harga Sayuran Mulai Naik

Pedagang sayur di Pasar Baru Kuningan.

Kuningan (KaTer) - Permintaan akan sayuran dan kebutuhan pokok kerap meningkat saat momentum bulan Ramadhan. Hal itu nampaknya menjadi persoalan tersendiri bagi para pembeli khususnya ibu rumah tangga untuk pandai mengelola keuangan. Pasalnya, sejumlah sayuran dan barang kebutuhan pokok tengah mengalami kenaikan harga.

Kendati hanya beberapa jenis yang harganya mengalami kenaikan, itu cukup memberatkan para pembeli khususnya ibu rumah tangga. Harga komoditi sayuran di sejumlah Pasar Tradisional Kabupaten Kuningan, Pasar Kepuh misalnya sejumlah sayur-mayur dan kebutuhan pokok rumah tangga tengah mengalami kenaikan harga di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per kilogramnya.

“Harga mulai naik sehabis memasuki bulan puasa. Sebelumnya, memang tidak ada kenaikan yang tinggi pada barang-barang kebutuhan pokok dan sayur-mayur. Hanya saja, sekarang kok sudah mulai naik,” kata salah seorang pembeli, Ehat saat ditemui di lokasi pasar kepada KaTer, Rabu (2/7/2014).

Menurutnya, harga seperti tomat sebelumnya hanya Rp 4.000 menjadi Rp 8.000 per kilonya. Lalu, telor dari harga Rp 17.000 menjadi Rp 18.500 perkilo. Malahan harga daging sapi katanya bisa sampai Rp 100.000 perkilonya. Jadi, kalau misalkan ingin membeli daging paling membeli daging ayam yang lebih murah.

Sementara itu, Ceu Iroh salah seorang pedagang di Pasar Kepuh membenarkan adanya kenaikan harga sejumlah sayuran di pasar tradisional. Kenaikan harga memang tidak terlalu signifikan karena masih berada di kisaran Rp 2.000 sampai Rp 4.000 perkilonya.

“Harga bawang merah misalnya sudah mencapai Rp 20.000 per kilogram dari Rp 16.000 perkilonya, cabai merah Rp 11.000 per kilo jadi Rp 16.000 perkilo, cabe hijau dari Rp 8.000 menjadi Rp 12.000, bawang putih dari Rp 16.000 naik menjadi Rp 20.000 perkilo, dan beras dengan kualitas baik mencapai Rp 9.000 perkilogram,” sebutnya.

Dikatakan, untuk sembako sebagian besar memang relatif stabil. Naik tidaknya tergantung harga dari bandar. Kalau dari sana mahal, otomatis juga selaku pedagang pasti akan menaikkan harga.

“Meski kita naikan, tapi konsumen tetap saja mau membelinya karena memang mereka butuh. Yang jelas ini bukan keinginan kami selaku pedagang, tapi tergantung penyuplai yang memasang harga,” tandasnya.

Berbeda dengan penjual Caruluk atau kolang-kaling yang setiap musiman bulan puasa kerap diserbu pembeli. "Harga jual eceran caruluk asal Bandung maupun caruluk lokal Kuningan, pada ramadan tahun ini lebih mahal dibandingkan harga pada ramadan tahun sebelumnya,” Ujar salah pedagang caruluk lokal Kuningan di Pasar Kepuh, Enda.

Caruluk Bandung maupun caruluk lokal Kuningan, umumnya dijual para pedagang di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kuningan dengan harga setara. Berkisar antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000 per kilo gram.(AND)


Fishing