Kuningan (KaTer) - Setelah gagal panen akibat hama wereng di sejumlah daerah di wilayah Kuningan, giliran tanaman padi milik para petani asal Desa Pasawahan diserang hama keong mas. Sejumlah petani mengalami kerugian akibat panen padi yang dihasilkan kini berkurang secara signifikan.
Maman salah seorang petani di Desa Pasawahan kepada KaTer saat ditemui di areal persawahan menuturkan, Jumat (9/5/2014), serangan hama keong saat ini bisa menyebabkan tanaman padi yang ditanam mati. Karena tak punya peralatan dan obat untuk mengatasinya, para petani mencoba menanggulangi serangan hama keong mas dengan cara manual.
“Saya beserta petani yang lain memungut satu demi satu keong mas dan membuangnya. kami khawatir keong mas akan terus berkembang biak dan merusak lahan pertanian,” ujar Maman diiyakan oleh petani lainnya.
Menurutnya, dari hasil perhitungan untuk sekali panen, jika kondisi sedang normal bisa mencapai 3 kuintal panen dari hasil laha seluas 100 bata. Namun, saat ini sangat jauh berbeda dari hasil panen yang didapatkan.
“Ya paling cukup untuk persedian makan sehari-hari sampai menunggu panen berikutnya datang lagi. Karena, jika hasil panen dijual nanti saya sekeluarga mau makan apa,” tukasnya dengan nada mengeluh.
Sementara petani lainnya, Lastri warga setempat membenarkan tentang hama keong mas yang saat ini tengah menyerang lahan pertanian sawah. Petani padi di Wilayah Pasawahan kesulitan membasmi hama keong mas. Pasalnya, hama ini selain belum ada obat pembasmi juga perkembang biaknya sangat cepat. Hama Keong Mas menyerang bagian batang dan mengakibatkan tanaman mati serta pertumbuhan terganggu.
Untuk mengamankan tanaman agar tetap bisa panen kata Lastri, petani terpaksa harus rajin mengambili satu persatu hama keong mas kalau tidak ingin padi dimakan habis.” Petani sangat kesulitan menekan perkembangbiakan hama ini. Pasalnya hampir setiap hari hama ini selalu muncul padahal rajin dibersihkan,” pungkasnya.(AND)