Kuningan (KaTer) - Serangan hama wereng di Kabupaten Kuningan, sungguh mengkhawatirkan. Terbukti, para petani kelimpungan mengatasi serangan hama yang dikenal ganas dan membuat tanam padi mati serta gagal panen. Hal ini dialami Warga Desa Rambatan Kecamatan Ciniru, Juma yang mengakui mengalami kesulitan atasi hama wereng.
“Serangan hama wereng itu baru tahun ini kembali terjadi, padahal sudah lama juga hama tersebut tidak muncul. Kali ini, serangan hama wereng jauh lebih dahsyat. Karena, serangan hama wereng terjadi saat masa persemaian, masa tanam hingga menjelang panen,” katanya.
Kerugian dari hama wereng kata Juma, padi yang ditanam di atas lahan seluas 250 bata tidak bisa dipanen. Akibat serangan hama wereng tersebut, membuat buliran padi kosong bahkan tangkai dan bulir padi menghitam. Jika padi itu digiling bukan mengeluarkan butiran beras, melainkan serbuk seperti tepung beras.
“Idealnya, dalam melakukan panen raya dari lahan seluas 250 bata bisa menghasilkan sebanyak 600 Kg gabah basah. Tapi, melihat kondisi sekarang hasilnya sangat tidak mungkin seperti biasanya,” ungkapnya.
Dari taksiran perhitungan yang dilakukan sambung Juma, dari hasil panen yang biasanya sebanyak 15 karung, saat ini hanya bisa meraup 5 sampai 7 karung. Hasil dari setengahnya pun tidak. Bahkan karena serangan hama, hasil panen petani saat ini bisa merugi. Apalagi biaya produksi untuk menanam padi semakin mahal.
"Sampai saat ini, belum ada sama sekali petugas pertanian untuk menanggulangi wereng," pungkasnya.(AND)